Logo JawaPos
Author avatar - Image
30 Januari 2026, 17.15 WIB

Orang yang Menjadi Aktivis Online Alih-alih Mengambil Tindakan Nyata Biasanya Memiliki 9 Ciri Kepribadian Ini Menurut Psikologi

seseorang yang menjadi aktivis online./Freepik/freepik - Image

seseorang yang menjadi aktivis online./Freepik/freepik

JawaPos.com - Di era digital, aktivisme tidak lagi terbatas pada turun ke jalan, menghadiri diskusi publik, atau terlibat langsung dalam kegiatan sosial.

Kini, cukup dengan ponsel dan koneksi internet, seseorang bisa menyuarakan opini, membagikan petisi, mengunggah konten edukatif, hingga mengkritik kebijakan publik melalui media sosial. Fenomena ini dikenal sebagai online activism atau digital activism.

Namun, psikologi sosial mengenal juga istilah slacktivism atau clicktivism, yaitu bentuk partisipasi sosial yang lebih bersifat simbolik dan minim keterlibatan nyata.

Artinya, seseorang aktif menyuarakan isu secara online, tetapi jarang atau bahkan tidak pernah terlibat dalam aksi nyata di dunia offline.

Menariknya, berbagai kajian psikologi menunjukkan bahwa kecenderungan ini sering berkaitan dengan pola kepribadian tertentu.

Dilansir dari Kamis (29/1), terdapat 9 ciri kepribadian yang sering ditemukan pada individu yang lebih memilih menjadi aktivis online dibandingkan mengambil tindakan nyata secara langsung.

1. Kebutuhan Tinggi Akan Validasi Sosial

Orang dengan kebutuhan validasi sosial yang tinggi cenderung mencari pengakuan dari lingkungan sekitar. Media sosial menyediakan ruang instan untuk itu: like, share, komentar, dan followers.

Mengunggah konten aktivisme memberi mereka:

Rasa dihargai

Perasaan "menjadi orang baik"

Identitas moral yang terlihat publik

Secara psikologis, ini disebut sebagai external validation seeking behavior, yaitu kecenderungan membangun harga diri dari respons orang lain, bukan dari kepuasan batin atau tindakan nyata.

2. Identitas Moral yang Bersifat Simbolik

Mereka memiliki kebutuhan untuk terlihat sebagai pribadi yang bermoral, peduli, dan berprinsip. Namun, identitas moral ini lebih bersifat simbolik daripada operasional.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore