Logo JawaPos
Author avatar - Image
31 Januari 2026, 06.16 WIB

Jika Anda Selalu Menjelaskan Secara Berlebihan, Kemungkinan Anda Pernah Mengalami 8 Hal Ini Selama Masa Kanak-Kanak Menurut Psikologi

seseorang yang selalu menjelaskan secara berlebihan./ Freepik/yanalya - Image

seseorang yang selalu menjelaskan secara berlebihan./ Freepik/yanalya

JawaPos.com - Pernahkah Anda menyadari kebiasaan diri sendiri yang terlalu sering menjelaskan?
Menjelaskan keputusan sederhana.

Menjelaskan perasaan meski tidak diminta. Menjelaskan niat baik agar tidak disalahpahami. Bahkan merasa tidak tenang sebelum orang lain benar-benar “mengerti”.

Banyak orang mengira kebiasaan ini hanyalah sifat cerewet atau perfeksionis. Namun menurut psikologi, kecenderungan menjelaskan secara berlebihan (overexplaining) sering kali bukan sekadar kebiasaan komunikasi — melainkan mekanisme bertahan hidup emosional yang terbentuk sejak masa kanak-kanak.

Tanpa disadari, pola ini bisa muncul dari pengalaman-pengalaman awal yang membentuk cara kita melihat diri sendiri, orang lain, dan rasa aman dalam hubungan.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (27/1), terdapat 8 pengalaman masa kecil yang sering dialami oleh orang dewasa yang kini selalu merasa perlu menjelaskan segalanya.

1. Anda Sering Tidak Dipercaya Saat Kecil

Jika saat kecil Anda sering diragukan, disalahkan, atau dianggap berbohong meski berkata jujur, otak Anda belajar satu hal penting:
“Aku harus menjelaskan lebih detail agar dipercaya.”

Anak yang tumbuh tanpa rasa dipercaya akan mengembangkan kebiasaan membela diri bahkan sebelum diserang. Di masa dewasa, ini muncul sebagai dorongan untuk menjelaskan setiap detail, konteks, dan alasan — meski tidak diminta.

Bukan karena Anda berbohong.
Melainkan karena Anda takut tidak dipercaya.

2. Emosi Anda Sering Diremehkan atau Dianggap Berlebihan

Kalimat seperti:

“Ah, lebay.”

“Nggak usah baper.”

“Itu kan sepele.”

Jika ini sering Anda dengar saat kecil, Anda belajar bahwa perasaan Anda tidak cukup valid. Maka Anda mulai menjelaskan emosi dengan panjang lebar, berharap orang lain mengerti dan tidak menghakimi.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore