
seseorang yang menikmati kopi di kedai langsung./Freepik/freepik
JawaPos.com - Masuklah ke sebuah kedai kopi modern—dengan menu berbahasa asing, barista bertato, dan orang-orang yang sibuk menatap layar—lalu perhatikan baik-baik pelanggan yang berusia di atas 65 tahun.
Tanpa perlu bertanya usia atau latar belakang, sering kali kita bisa langsung tahu: mereka dibesarkan dalam zaman dengan standar tata krama yang berbeda. Bukan lebih baik atau lebih buruk, hanya berbeda. Dan perbedaan itu terlihat jelas dari hal-hal kecil yang mereka lakukan.
Dilansir dari Geediting pada Rabu (28/1), terdapat tujuh kebiasaan yang sering muncul di kedai kopi, yang diam-diam menjadi penanda generasi.
1. Menyapa Semua Orang, Bukan Hanya yang Dikenal
Orang berusia di atas 65 tahun hampir selalu masuk kedai kopi dengan sapaan. Bukan hanya kepada teman yang kebetulan ada di sana, tetapi juga kepada kasir, barista, bahkan pelanggan lain yang berdiri di dekat pintu. “Selamat pagi” atau “Siang, ramai ya hari ini” meluncur begitu saja.
Bagi generasi mereka, menyapa adalah bentuk penghormatan dasar—pengakuan bahwa orang lain hadir dan layak dihargai. Di era yang lebih individualistis, kebiasaan ini bisa terasa kuno, tapi juga hangat. Seolah mereka berkata: kita berada di ruang yang sama, mari bersikap manusiawi.
2. Mengucapkan Terima Kasih Berlapis
Ketika pesanan datang, mereka tidak hanya mengucapkan terima kasih sekali. Ada “terima kasih” saat memesan, “terima kasih” saat menerima kopi, dan sering kali “terima kasih ya, Nak” ketika hendak duduk.
Ini bukan basa-basi berlebihan, melainkan hasil didikan di masa ketika sopan santun diulang-ulang sampai menjadi refleks. Mengucapkan terima kasih bukan respons otomatis, tapi ekspresi kesadaran bahwa seseorang telah meluangkan tenaga untuk kita.
3. Duduk dengan Sikap “Tertib Ruang Publik”
Mereka jarang menggeser kursi sembarangan atau meletakkan barang hingga memakan ruang orang lain. Tas disimpan rapi, tongkat disandarkan hati-hati, jaket dilipat. Bahkan saat kedai sepi, mereka tetap duduk seolah ruang itu milik bersama.
Ini menunjukkan pemahaman lama tentang ruang publik: tempat umum bukan perpanjangan dari ruang pribadi. Ada batas tak tertulis yang harus dijaga demi kenyamanan semua orang.
4. Berbicara dengan Volume yang Disadari
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
