Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Februari 2026, 02.39 WIB

Orang-Orang yang Sukses Menjalani Masa Pensiun Selama 5 Tahun Menghindari 7 Keputusan Umum Ini Menurut Psikologi

seseorang yang sukses menjalani masa pensiun./Freepik/freepik - Image

seseorang yang sukses menjalani masa pensiun./Freepik/freepik

JawaPos.com - Masa pensiun sering dibayangkan sebagai fase hidup yang penuh kebebasan, waktu luang, dan ketenangan.

Namun, menurut psikologi perkembangan dan psikologi positif, transisi menuju pensiun justru merupakan salah satu perubahan identitas terbesar dalam kehidupan manusia.

Dari individu produktif menjadi individu yang “tidak lagi bekerja secara formal” dapat memicu krisis makna, kehilangan struktur hidup, bahkan gangguan kesehatan mental jika tidak dikelola dengan baik.

Penelitian dalam psikologi menunjukkan bahwa orang-orang yang berhasil menjalani masa pensiun secara stabil, bahagia, dan bermakna selama 5 tahun atau lebih bukan hanya karena faktor finansial, tetapi karena pola keputusan hidup yang mereka ambil.

Menariknya, keberhasilan itu lebih banyak ditentukan oleh keputusan yang tidak mereka ambil, dibanding keputusan yang mereka ambil.

Dilansir dari Geediting pada Senin (2/2), terdapat 7 keputusan umum yang justru dihindari oleh para pensiunan yang sukses secara psikologis:

1. Menganggap Pensiun sebagai “Akhir Produktivitas”

Keputusan paling berbahaya adalah menganggap pensiun sebagai akhir dari peran, kontribusi, dan makna hidup.

Dalam psikologi eksistensial, manusia membutuhkan sense of purpose (rasa bermakna) untuk menjaga kesehatan mental.

Orang-orang yang sukses di masa pensiun tidak memandang pensiun sebagai “berhenti”, tetapi sebagai peralihan peran: dari pekerja menjadi mentor, relawan, penggerak komunitas, orang tua aktif, atau individu kreatif.

Mereka tidak berhenti berkarya — mereka hanya mengubah bentuk karyanya.

2. Mengisolasi Diri dari Lingkar Sosial

Banyak pensiunan membuat keputusan menarik diri dari lingkungan sosial karena merasa “sudah bukan bagian dari dunia kerja lagi”.

Psikologi sosial menunjukkan bahwa isolasi sosial berkorelasi kuat dengan:

depresi

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore