Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Februari 2026, 04.10 WIB

Orang yang Menempuh Jalannya Sendiri Seringkali Membayar Harga Mahal, Tetapi Mendapatkan 8 Hal Ini Menurut Psikologi

seseorang yang menempuh jalannya sendiri./Freepik/jcomp - Image

seseorang yang menempuh jalannya sendiri./Freepik/jcomp

JawaPos.com - Tidak semua orang diciptakan untuk berjalan di jalur yang sama. Sebagian memilih mengikuti arus, sebagian lagi memilih melawan arus.

Dalam kehidupan sosial, orang-orang yang menempuh jalannya sendiri seringkali dipandang “aneh”, “keras kepala”, “tidak realistis”, bahkan “sombong”.

Mereka tidak selalu mudah dipahami, tidak selalu diterima, dan seringkali harus membayar harga yang tidak kecil: kesepian, penolakan sosial, ketidakpastian, hingga kegagalan yang berulang.

Namun dalam psikologi, pilihan untuk berjalan di jalur sendiri bukan hanya soal ego atau pembangkangan.

Ia sering kali berkaitan dengan autonomi psikologis, self-determination, dan kebutuhan manusia untuk hidup selaras dengan nilai internalnya, bukan sekadar tekanan eksternal.

Penelitian dalam psikologi kepribadian dan psikologi positif menunjukkan bahwa individu yang memiliki orientasi internal yang kuat—yang hidup berdasarkan nilai dan keyakinan pribadi—cenderung mengalami penderitaan yang lebih dalam di awal, tetapi juga pertumbuhan psikologis yang lebih besar dalam jangka panjang.

Dengan kata lain, harga yang mahal itu nyata. Tapi imbalannya juga nyata.

Dilansir dari Geediting pada Selasa (3/2), terdapat 8 hal yang sering didapatkan orang yang memilih menempuh jalannya sendiri, menurut perspektif psikologi:

1. Identitas Diri yang Kuat (Strong Sense of Self)

Orang yang berjalan di jalurnya sendiri dipaksa untuk terus bertanya:
“Aku ini siapa?”
“Apa yang benar-benar penting bagiku?”

Karena tidak mengandalkan validasi sosial sebagai kompas utama, mereka membangun identitas dari dalam, bukan dari luar. Dalam psikologi, ini disebut internal locus of identity — identitas yang terbentuk dari nilai personal, bukan label sosial.

Akibatnya:

Mereka tidak mudah goyah oleh opini orang

Tidak mudah ikut-ikutan tren

Lebih stabil secara psikologis saat menghadapi tekanan sosial

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore