Memiliki intuisi kuat adalah salah satu keunggulan orang yang suka melakukan apapun dengan sendiri (freepik)
JawaPos.com – Pada dasarnya ada perbedaan yang sangat besar antara mereka yang selalu terlibat dalam kegiatan kelompok dan mereka yang memiliki bakat untuk melakukan sesuatu sendirian.
Namun di tengah budaya yang sering mengagungkan keramaian, orang yang memilih melakukan banyak hal sendirian kerap disalahpahami. Padahal, psikologi modern justru menemukan bahwa kemampuan menikmati kesendirian berkaitan erat dengan kematangan emosi dan kesehatan mental.
Bukan karena antisosial melainkan karena mereka mampu membangun relasi yang sehat dengan dirinya sendiri. Dari sinilah muncul keunggulan emosional yang jarang dimiliki orang lain sebagaimana dilansir dari laman Global English Editing, Selasa (10/2) :
Orang yang nyaman melakukan hal sendirian tidak melihat kesendirian sebagai kekosongan melainkan ruang untuk bernapas. Mereka mampu duduk dengan pikirannya sendiri tanpa merasa cemas atau perlu distraksi terus-menerus.
Penelitian dalam Personality and Social Psychology Bulletin menunjukkan bahwa kemampuan menikmati kesendirian berkaitan erat dengan kontrol emosi yang lebih baik.
Contohnya menikmati kopi sendirian tanpa merasa kesepian justru merasa lebih utuh.
Kemandirian emosional berarti tidak menggantungkan kebahagiaan sepenuhnya pada orang lain. Individu seperti ini mampu menenangkan diri dan mengambil keputusan tanpa selalu mencari validasi eksternal.
Dalam kehidupan sehari-hari, mereka tidak panik saat sendirian dan tidak mudah terjebak dalam hubungan yang tidak sehat.
Menjalani hidup sendirian tidak selalu berarti kesepian. Anehnya, justru sebaliknya. Individu yang menyendiri cenderung memiliki kesehatan mental yang lebih baik.
Sebuah studi oleh British Journal of Psychology menunjukkan bahwa individu yang menghargai kebersamaan dengan diri sendiri seringkali menunjukkan tingkat stres yang lebih rendah.
Dengan memilih kesendirian, Anda pada dasarnya memperkuat kesehatan mental dan memungkinkan Anda untuk menghadapi kecemasan atau tantangan hidup dengan lebih efektif.
Contoh dalam kehidupan sehari-hari, memilih berjalan sendirian setelah hari yang melelahkan untuk menenangkan pikiran.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
