
seseorang yang sering mengubah gaya rambut./ Freepik/freepik
JawaPos.com - Mengubah gaya rambut sering dianggap sebagai hal sepele: sekadar mengikuti tren, bosan dengan tampilan lama, atau ingin tampil lebih segar.
Namun dalam perspektif psikologi, perubahan gaya rambut yang terlalu sering bisa menjadi sinyal dari kondisi emosional dan psikologis yang lebih dalam.
Rambut bukan sekadar elemen estetika — ia merupakan bagian dari identitas diri, citra personal, dan ekspresi kepribadian.
Bagi sebagian orang, mengganti gaya rambut bisa menjadi bentuk penyembuhan emosional, simbol perubahan hidup, atau bahkan mekanisme pertahanan psikologis.
Para psikolog menyebut fenomena ini sebagai bagian dari self-image regulation — upaya seseorang untuk menstabilkan perasaan batin melalui perubahan eksternal.
Dilansir dari Geediting pada Senin (9/2), terdapat 9 kecemasan terpendam yang secara psikologis sering dikaitkan dengan kebiasaan sering mengganti gaya rambut:
1. Kecemasan Identitas Diri (Identity Anxiety)
Orang yang belum memiliki konsep diri yang stabil cenderung mencari identitas melalui penampilan. Rambut menjadi “alat eksperimen identitas”.
“Kalau tampilan berubah, mungkin perasaan di dalam juga ikut berubah.”
Mereka sering bertanya secara batin:
Siapa sebenarnya aku?
Aku cocok jadi versi yang mana?
Perubahan rambut menjadi cara mencoba berbagai persona.
2. Ketakutan Tidak Diterima Sosial (Social Acceptance Anxiety)
Perubahan gaya rambut bisa menjadi upaya tidak sadar untuk:
