Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 Februari 2026, 20.17 WIB

Anda Bisa Tahu Seseorang Itu Melelahkan untuk Diajak Bergaul Jika Mereka Secara Teratur Menunjukkan 10 Kebiasaan Diam Ini Menurut Psikologi

seseorang yang melelahkan saat diajak bergaul


JawaPos.com - Tidak semua orang yang melelahkan secara sosial itu bersikap kasar, egois, atau dominan. Dalam banyak kasus, justru orang-orang yang terlihat tenang, pendiam, dan tidak mencolok bisa menjadi sosok yang paling menguras energi emosional. Mereka tidak ribut, tidak memaksa, dan tidak membuat konflik terbuka—namun kehadiran mereka tetap terasa berat.

Psikologi sosial menunjukkan bahwa kelelahan emosional dalam hubungan sering kali tidak berasal dari konflik besar, tetapi dari pola kecil yang berulang. Kebiasaan-kebiasaan ini tampak sepele, bahkan "diam", namun dalam jangka panjang menciptakan tekanan psikologis bagi orang di sekitarnya.

Dilansir dari Geediting pada Rabu (11/2), terdapat 10 kebiasaan diam yang secara psikologis dapat membuat seseorang terasa melelahkan untuk diajak bergaul jika dilakukan secara konsisten.

Baca Juga: Jika Anda Masih Mengirimkan Ucapan Terima Kasih Tulisan Tangan, Anda Memiliki 7 Kualitas yang Perlahan Menghilang dari Masyarakat Menurut Psikologi

1. Selalu Memposisikan Diri sebagai Korban


Orang ini jarang menyalahkan orang lain secara langsung, tetapi narasi hidupnya selalu sama: dia selalu dirugikan, disalahpahami, atau diperlakukan tidak adil.

Kalimat yang sering muncul:

“Aku nggak pernah seberuntung orang lain.”

“Orang-orang selalu jahat sama aku.”

Secara psikologis, ini disebut victim mentality. Bergaul dengan orang seperti ini melelahkan karena kamu terus-menerus diposisikan sebagai pendengar penderitaan, bukan sebagai teman yang setara.

Baca Juga: Orang yang Lebih Suka Bekerja di Kafe daripada di Rumah Biasanya Mencari 9 Hal Ini Menurut Psikologi

2. Pasif-Agresif Tanpa Pernah Terbuka


Alih-alih bicara jujur, mereka mengekspresikan emosi lewat:

Diam berkepanjangan

Jawaban singkat

Sikap dingin tanpa penjelasan

Ini menciptakan ketegangan emosional yang tidak terlihat. Otak sosial manusia secara alami mencari kejelasan, sehingga sikap pasif-agresif membuat orang lain terus menebak-nebak, yang sangat menguras energi mental.

3. Tidak Pernah Mengungkapkan Kebutuhan Sendiri


Mereka selalu berkata:

“Terserah.”

“Aku ikut aja.”

Namun di dalam hati mereka kecewa jika keinginannya tidak terpenuhi.

Secara psikologis, ini membentuk beban emosional tersembunyi, karena orang lain harus menebak kebutuhan mereka tanpa informasi yang jelas.

4. Selalu Butuh Validasi Emosional Halus

Bukan pujian langsung yang diminta, tapi lewat kalimat seperti:

“Aku sebenarnya nggak sepenting itu, sih.”

“Aku cuma orang biasa.”

Tujuannya bukan komunikasi, tapi mancing penguatan emosional. Jika ini terjadi terus-menerus, hubungan berubah menjadi hubungan "pengasuh emosional" (emotional caretaking relationship).

5. Terlalu Bergantung Secara Emosional


Mereka tidak menuntut secara eksplisit, tetapi:

Selalu butuh teman bicara

Sulit mandiri secara emosional

Tidak nyaman sendirian

Dalam psikologi, ini disebut emotional dependency. Hubungan menjadi tidak seimbang karena satu pihak menjadi sumber stabilitas utama.

6. Tidak Pernah Memberi Ruang Emosi untuk Orang Lain


Mereka bercerita, tetapi jarang benar-benar mendengar.

Saat kamu cerita, responsnya:

Mengalihkan topik

Membandingkan dengan dirinya

Meremehkan masalahmu

Ini menciptakan hubungan satu arah secara emosional.

7. Selalu Menyimpan Masalah Tapi Menyebarkan Energi Negatif


Mereka bilang "nggak apa-apa", tapi:

Sikap berubah

Aura jadi berat

Interaksi terasa tegang

Ini disebut emotional leakage: emosi yang ditekan tetap keluar dalam bentuk suasana, bukan kata-kata.

8. Sulit Bahagia untuk Orang Lain

Bukan iri terang-terangan, tapi terlihat dari:

Respon datar saat kamu bahagia

Komentar netral saat kamu sukses

Kurang antusias saat kamu berkembang

Secara psikologis ini mengurangi rasa aman emosional dalam hubungan.

9. Minim Inisiatif, Tapi Tinggi Ekspektasi


Mereka jarang:

Menghubungi duluan

Mengajak bertemu

Berinisiatif menjaga hubungan

Tapi kecewa jika tidak diperhatikan.

Ini menciptakan ketimpangan energi relasi.

10. Selalu Terlihat Baik, Tapi Emosinya Berat


Mereka sopan, tidak konflik, tidak kasar— namun setelah berinteraksi, kamu merasa:

Lelah

Kosong

Berat

Psikologi menyebut ini sebagai emotional drain effect: kelelahan emosional tanpa sebab yang terlihat jelas.

Penutup: Mengapa Ini Melelahkan Secara Psikologis?


Karena hubungan yang sehat membutuhkan:

Timbal balik emosi

Kejelasan komunikasi

Keseimbangan energi

Keamanan psikologis

Orang dengan kebiasaan-kebiasaan di atas tidak menciptakan konflik besar, tapi menciptakan kelelahan kronis emosional.

Bukan karena mereka jahat — tapi karena pola relasinya tidak sehat.***
Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore