Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Februari 2026, 14.20 WIB

Perempuan Tampak Bahagia di Permukaan, Namun Sebenarnya Kekurangan Kasih Sayang, Biasanya Menunjukkan 8 Perilaku Ini Menurut Psikologi

seseorang yang kekurangan kasih sayang./Freepik/benzoix - Image

seseorang yang kekurangan kasih sayang./Freepik/benzoix

JawaPos.com - Di media sosial, di tempat kerja, bahkan di lingkungan pertemanan, kita sering melihat perempuan yang tampak ceria, penuh semangat, dan selalu tersenyum. Ia terlihat kuat, mandiri, dan seolah tidak memiliki beban berarti.

Namun, psikologi menunjukkan bahwa tidak semua kebahagiaan yang terlihat adalah kebahagiaan yang benar-benar dirasakan.

Menurut teori keterikatan dari John Bowlby, kebutuhan akan kasih sayang dan keterikatan emosional adalah kebutuhan dasar manusia.

Ketika kebutuhan ini tidak terpenuhi—terutama dalam jangka waktu lama—seseorang bisa mengembangkan pola perilaku tertentu sebagai mekanisme bertahan.

Baca Juga: 8 Cara Halus untuk Mengetahui Apakah Seseorang Mengukur Hidup Berdasarkan Pengalaman Bukan Uang

Dilansir dari Expert Editor pada Selasa (17/2), terdapat 8 perilaku yang sering muncul pada perempuan yang tampak bahagia di luar, tetapi sebenarnya kekurangan kasih sayang di dalam.

1. Terlalu Mandiri dan Sulit Meminta Bantuan


Ia terlihat sangat kuat. Segala sesuatu dikerjakan sendiri. Jarang, bahkan hampir tidak pernah, meminta bantuan.

Menurut gaya keterikatan avoidant attachment dalam teori Mary Ainsworth, seseorang yang terbiasa tidak mendapatkan respons emosional yang konsisten cenderung belajar untuk tidak bergantung pada siapa pun. Kemandirian ekstrem sering kali bukan tanda kekuatan murni, tetapi perlindungan diri dari potensi penolakan.

Baca Juga: Ramalan Zodiak Leo Besok Jumat 20 Februari 2026: Finansial, Hoki, Karier, Kesehatan, Mobilitas, Cinta, dan Mental

2. Selalu Berusaha Menyenangkan Orang Lain

Ia sulit mengatakan “tidak.” Ia ingin semua orang nyaman, bahagia, dan puas dengannya.

Perilaku ini sering dikaitkan dengan pola people-pleasing, yang dalam psikologi kerap muncul dari kebutuhan validasi eksternal. Jika di masa lalu kasih sayang terasa bersyarat, maka ia belajar bahwa cinta harus “diusahakan” dan “dipertahankan” dengan menyenangkan orang lain.

3. Tertawa dan Bercanda Berlebihan


Ia adalah pusat keceriaan. Namun, humor sering menjadi mekanisme pertahanan.

Dalam teori mekanisme pertahanan yang diperkenalkan oleh Sigmund Freud, humor bisa menjadi cara untuk meredam emosi yang tidak nyaman. Dengan bercanda, ia bisa menghindari pembicaraan serius tentang perasaan terdalamnya.

Baca Juga: Orang yang Memarkir Kendaraannya Tepat di Atas Garis, Bahkan di Lahan Kosong Sekalipun, Menunjukkan 8 Ciri Kepribadian Unik

4. Merasa Kesepian di Tengah Keramaian


Ia punya banyak teman. Lingkaran sosialnya luas. Tapi saat malam tiba, ia merasa kosong.

Rasa kesepian emosional berbeda dari kesendirian fisik. Seseorang bisa dikelilingi banyak orang, tetapi tetap merasa tidak benar-benar dipahami. Kekurangan kasih sayang sering kali bukan tentang jumlah orang di sekitar, melainkan kedalaman koneksi.

5. Takut Terlalu Bergantung dalam Hubungan


Ia ingin dicintai, tetapi ketika hubungan mulai terlalu dekat, ia merasa cemas atau ingin menjauh.

Psikologi modern, termasuk penelitian oleh Sue Johnson, menunjukkan bahwa ketakutan akan kedekatan sering berasal dari luka emosional masa lalu. Ada konflik batin antara keinginan untuk dicintai dan ketakutan untuk terluka kembali.

6. Sensitif terhadap Penolakan

Komentar kecil bisa terasa sangat besar. Respons yang sedikit dingin bisa dianggap sebagai tanda ditinggalkan.

Hal ini berkaitan dengan rejection sensitivity, di mana pengalaman kekurangan kasih sayang membuat seseorang sangat waspada terhadap tanda-tanda penolakan. Otak belajar untuk selalu bersiap menghadapi kemungkinan kehilangan.

7. Sulit Mengekspresikan Kebutuhan Emosional


Ketika ditanya, “Kamu butuh apa?”, ia sering menjawab, “Aku nggak apa-apa.”

Bukan karena ia tidak punya kebutuhan, tetapi karena ia tidak terbiasa merasa kebutuhannya akan dipenuhi. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa membuatnya merasa tidak terlihat atau tidak diprioritaskan.

8. Terlihat Sangat Kuat, Tapi Mudah Lelah Secara Emosional


Ia menjadi tempat curhat semua orang. Ia penopang banyak pihak. Namun, jarang ada yang bertanya bagaimana keadaannya.

Menjadi “kuat” terus-menerus tanpa ruang untuk rapuh sangat melelahkan. Kekurangan kasih sayang sering membuat seseorang merasa harus menjadi versi terbaiknya sepanjang waktu agar tetap dihargai.

Mengapa Hal Ini Bisa Terjadi?


Kekurangan kasih sayang tidak selalu berarti tidak dicintai sama sekali. Kadang, kasih sayang hadir tetapi tidak sesuai kebutuhan emosionalnya. Bisa juga karena pola asuh yang kaku, hubungan yang tidak aman, atau pengalaman penolakan berulang.

Seiring waktu, individu belajar menyesuaikan diri. Ia membangun topeng kebahagiaan agar tetap diterima dan tidak terlihat “bermasalah.”

Namun, penting dipahami bahwa ini bukan tanda kelemahan. Justru sering kali perempuan seperti ini memiliki empati tinggi, daya tahan luar biasa, dan kemampuan adaptasi yang kuat.

Apa yang Bisa Dilakukan?


Belajar mengenali kebutuhan emosional sendiri.

Berani mengungkapkan perasaan secara perlahan dan aman.

Mencari lingkungan yang suportif dan tidak menghakimi.

Pertimbangkan konseling atau terapi jika luka emosional terasa mendalam.

Kasih sayang bukan kemewahan—ia adalah kebutuhan dasar manusia. Dan setiap orang, termasuk perempuan yang tampak paling kuat sekalipun, berhak mendapatkannya
Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore