Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Februari 2026, 23.54 WIB

Sering Dianggap Tenang, Inilah 5 Tanda Halus Pasangan Ingin Putus Menurut Psikologi

Ilustrasi orang yang sedang putus cinta.

JawaPos.com - Seringkali, perpisahan terasa seperti petir di siang bolong. Namun, dalam dunia psikologi, jarang ada hubungan yang benar-benar hancur dalam semalam. Yang ada hanyalah akumulasi dari tanda-tanda halus yang selama ini kita abaikan atau dianggap sebagai "ketenangan" biasa.

Memahami sinyal-sinyal ini bukan berarti Anda harus menjadi paranoid, melainkan agar Anda lebih mawas diri. Jika tanda-tanda ini mulai muncul, itu adalah alarm bahwa jarak emosional sedang terbentuk secara perlahan di balik pintu yang tertutup.

Dikutip dari Your Tango, berikut 5 tanda halus pasangan Anda mungkin sedang bersiap untuk pergi, menurut penjelasan para pakar psikologi.

1. Keheningan yang Menipu: Berhentinya Perdebatan

Banyak orang mengira hubungan tanpa pertengkaran adalah relationship goals. Padahal, dalam psikologi hubungan, kondisi ini bisa menjadi sinyal bahaya. Perdebatan yang sehat sebenarnya adalah bentuk kepedulian. Itu merupakan tanda pasangan masih mau berjuang untuk memperbaiki keadaan.

Ketika pasangan mendadak setuju pada segalanya atau memilih diam seribu bahasa, mereka mungkin sudah mencapai titik "mati rasa". Mereka tidak lagi merasa perlu menjelaskan perasaan karena sudah menyerah pada hubungan tersebut. Emosi yang ditekan ini hanya menunggu waktu untuk meledak dalam bentuk keputusan pergi yang tiba-tiba.

"Jika Anda berniat untuk mencintai diri sendiri dan pasangan Anda, maka Anda perlu tetap terbuka terhadap kebenaran dari apa yang terjadi di antara Anda berdua," ujar Psikolog Margaret Paul.

Saat komunikasi jujur digantikan oleh sikap menutup diri, perpisahan biasanya tinggal menghitung hari.

2. Riwayat "Ghosting" dan Pola Masa Lalu

Jangan pernah meremehkan cerita masa lalu pasangan tentang bagaimana mereka mengakhiri hubungan sebelumnya. Pola perilaku seseorang cenderung berulang jika tidak ada usaha sadar untuk berubah. Jika mereka punya riwayat meninggalkan mantan secara mendadak, kemungkinan besar mereka memiliki kesulitan menghadapi konflik secara dewasa.

Individu yang terbiasa menghilang tanpa penjelasan biasanya lebih mementingkan kenyamanan diri sendiri di atas koneksi emosional jangka panjang. Mereka lebih memilih lari daripada harus duduk berdua dan membicarakan masalah yang rumit.

Penelitian tahun 2021 dari American Psychological Association menunjukkan bahwa orang yang sangat fokus pada kepentingan diri sendiri cenderung lebih mudah mengakhiri hubungan.

Jadi, jika mereka bangga dengan betapa mudahnya mereka memutus kontak dengan orang lain, Anda mungkin hanya sedang menunggu giliran.

3. Strategi "Monkey-Branching"

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore