seseorang yang tidak peduli dengan pendapat orang lain./Freepik/The Yuri Arcurs Collection
JawaPos.com - Dalam kehidupan sosial, kita sering diajarkan untuk mempertimbangkan pendapat orang lain.
Namun, ada sebagian orang yang tampak benar-benar tidak terpengaruh oleh opini sekitar. Mereka tidak mudah goyah oleh kritik, cibiran, atau bahkan pujian.
Dalam kajian psikologi modern—termasuk teori kepribadian seperti Big Five Personality Traits yang dipopulerkan oleh tokoh-tokoh seperti Paul Costa dan Robert McCrae—sikap ini bukan sekadar “cuek”. Ada pola kepribadian tertentu yang membuat seseorang relatif kebal terhadap tekanan sosial.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah 8 Ramadhan 1447 H Kota Madiun, Kamis 26 Februari 2026
Konsep locus of control diperkenalkan oleh Julian Rotter. Individu dengan internal locus of control percaya bahwa hidup mereka ditentukan oleh keputusan dan tindakan sendiri, bukan oleh opini atau tekanan eksternal.
Karena itu, pendapat orang lain tidak dianggap sebagai faktor penentu. Mereka mendengar masukan, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan mereka.
3. Tidak Memiliki Kecenderungan People-Pleasing
Orang yang sangat peduli pada opini orang lain biasanya cenderung menjadi people pleaser—takut mengecewakan, sulit berkata tidak, dan rela mengorbankan diri demi diterima.
Baca Juga: Jadwal Imsakiyah 8 Ramadhan 1447 H Kota Probolinggo, Kamis 26 Februari 2026
Sebaliknya, individu yang tidak peduli dengan penilaian sosial tidak merasa wajib menyenangkan semua orang. Mereka memahami bahwa tidak mungkin disukai semua orang, dan itu tidak menjadi masalah.
4. Memiliki Kejelasan Nilai dan Prinsip Hidup
Seseorang yang tahu apa yang diyakininya akan lebih tahan terhadap tekanan sosial. Mereka sudah memiliki “kompas internal”.
Konsep ini selaras dengan gagasan aktualisasi diri dalam teori Abraham Maslow. Individu yang bergerak menuju aktualisasi diri cenderung hidup berdasarkan nilai pribadi, bukan sekadar mengikuti norma demi penerimaan sosial.
5. Tingkat Neurotisisme yang Rendah
Dalam model Big Five, neurotisisme berkaitan dengan kecenderungan mudah cemas, khawatir, atau sensitif terhadap kritik.
Orang yang tidak terlalu peduli pada pendapat orang lain biasanya memiliki tingkat neurotisisme yang lebih rendah. Mereka tidak mudah tersinggung atau terombang-ambing oleh komentar negatif.
Alih-alih larut dalam overthinking, mereka mampu melihat kritik secara rasional: jika berguna, dipakai; jika tidak, diabaikan.
6. Mandiri Secara Emosional
Kemandirian emosional berarti tidak menjadikan orang lain sebagai sumber utama kestabilan perasaan.
Mereka tidak panik ketika tidak mendapat persetujuan. Mereka tidak merasa hancur hanya karena dikritik. Stabilitas emosional ini membuat opini eksternal tidak terlalu mengganggu keseimbangan batin mereka.
7. Berani Mengambil Risiko Sosial
Banyak orang takut berbeda karena takut dihakimi. Namun individu yang tidak peduli dengan penilaian sosial berani tampil beda.
Mereka bisa memilih jalur karier yang tidak populer, gaya hidup yang tidak umum, atau pendapat yang bertentangan dengan mayoritas—tanpa merasa perlu meminta izin sosial.
Keberanian ini sering muncul karena mereka lebih fokus pada pertumbuhan pribadi dibanding penerimaan sosial.
8. Autentik dan Konsisten dengan Diri Sendiri
Keaslian (authenticity) adalah kunci. Mereka tidak memakai “topeng sosial” hanya untuk diterima.
Psikologi humanistik menekankan pentingnya menjadi diri sendiri untuk mencapai kesejahteraan psikologis. Orang yang autentik cenderung lebih damai, karena tidak perlu terus-menerus mengedit diri agar sesuai ekspektasi orang lain.
Penting: Tidak Peduli Bukan Berarti Tidak Empati
Perlu dibedakan antara:
Tidak peduli pada pendapat yang tidak relevan, dan
Tidak peduli pada perasaan orang lain.
Orang yang sehat secara psikologis tetap memiliki empati. Mereka hanya tidak menjadikan opini orang lain sebagai pusat kendali hidup.
Jika sikap “tidak peduli” disertai kurangnya empati, manipulatif, atau meremehkan orang lain, itu bisa mengarah pada pola kepribadian yang kurang sehat. Namun dalam bentuk yang matang, ketidakpedulian terhadap opini sosial justru merupakan tanda kedewasaan emosional.
Kesimpulan
Psikologi menunjukkan bahwa orang yang benar-benar tidak peduli dengan pendapat orang lain biasanya:
Percaya diri secara stabil
Memiliki locus of control internal
Tidak menjadi people pleaser
Punya prinsip hidup yang jelas
Rendah neurotisisme
Mandiri secara emosional
Berani mengambil risiko sosial
Autentik dan konsisten
Pada akhirnya, kemampuan untuk tidak terlalu memikirkan opini orang lain bukanlah bentuk pemberontakan, melainkan tanda bahwa seseorang sudah berdamai dengan dirinya sendiri.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
