seseorang yang membutuhkan waktu sendirian setelah bersosialisasi (Freepik/pikisuperstar)
JawaPos.com - Di tengah budaya yang sering mengagungkan keramahan, koneksi tanpa henti, dan keaktifan sosial, kebutuhan untuk menyendiri kerap disalahartikan.
Banyak orang yang memilih pulang lebih awal setelah acara, menonaktifkan notifikasi setelah bertemu teman, atau mengambil waktu hening setelah rapat panjang, sering dicap “antisosial”.
Padahal, dalam psikologi modern — terutama melalui teori kepribadian seperti yang dikembangkan oleh Carl Jung dan diperluas dalam model Big Five personality traits — kebutuhan akan waktu sendiri bukanlah tanda penolakan terhadap orang lain. Justru, itu sering menjadi tanda regulasi diri yang sehat.
Dilansir dari Silicon Canals, terdapat tujuh kepribadian yang biasanya dimiliki oleh orang-orang yang membutuhkan waktu sendirian setelah bersosialisasi.
1. Introvert yang Sehat Secara Emosional
Konsep introversi pertama kali dipopulerkan oleh Carl Jung, yang menjelaskan bahwa introvert mendapatkan energi dari dunia internal mereka, bukan dari stimulasi eksternal.
Penting untuk dipahami:
Introvert ≠ antisosial.
Antisosial berarti menghindari orang karena ketidaksukaan atau kesulitan empati. Introvert justru bisa sangat hangat, komunikatif, dan menikmati kebersamaan — tetapi mereka perlu “mengisi ulang baterai” setelahnya.
Mereka bukan menghindari orang. Mereka sedang memulihkan energi.
2. Memiliki Kesadaran Diri (Self-Awareness) yang Tinggi
Orang yang sengaja mengambil waktu sendiri sering kali sadar betul kapan mereka mulai lelah secara sosial. Mereka peka terhadap sinyal tubuh dan emosi:
Mulai sulit fokus
Mudah tersinggung
Energi terasa menurun drastis
