Logo JawaPos
Author avatar - Image
10 Maret 2026, 02.17 WIB

10 Perilaku yang Tak Pernah Berhenti Dilakukan oleh Kakek-Nenek yang Sangat Disayangi oleh Cucu Menurut Psikologi

Ilustrasi seseorang yang disayangi oleh cucu (Freepik) - Image

Ilustrasi seseorang yang disayangi oleh cucu (Freepik)

JawaPos.com - Hubungan antara kakek-nenek dan cucu sering kali menjadi salah satu ikatan emosional paling hangat dalam keluarga. Banyak penelitian dalam bidang Psikologi Perkembangan menunjukkan bahwa kehadiran kakek-nenek dapat memberi dampak positif terhadap perkembangan emosi, rasa aman, bahkan kepercayaan diri anak.

Cucu sering mengingat kakek-nenek bukan karena hadiah mahal, tetapi karena perilaku kecil yang konsisten dilakukan sepanjang waktu. Perilaku inilah yang secara psikologis membangun kedekatan, rasa diterima, dan kenangan hangat yang bertahan hingga dewasa.

Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (7/3), terdapat sepuluh perilaku yang hampir selalu dimiliki oleh kakek-nenek yang sangat dicintai oleh cucu mereka.


1. Selalu Mendengarkan Cerita Cucu dengan Penuh Perhatian


Salah satu hal paling berharga bagi anak adalah didengarkan. Kakek-nenek yang disayangi cucu biasanya tidak terburu-buru ketika cucu bercerita.

Mereka mau mendengarkan cerita sederhana seperti:

kejadian di sekolah

teman baru

hal lucu yang dialami hari itu

Dalam psikologi, sikap ini berkaitan dengan konsep Active Listening, yaitu kemampuan mendengarkan secara penuh tanpa menghakimi. Anak yang merasa didengar akan merasa dihargai dan lebih percaya diri.

2. Memberi Perhatian Tanpa Syarat


Cucu sangat peka terhadap sikap orang dewasa. Kakek-nenek yang dicintai biasanya menunjukkan kasih sayang yang konsisten, baik ketika cucu sedang berprestasi maupun ketika mereka melakukan kesalahan.

Dalam teori Attachment Theory yang dikembangkan oleh John Bowlby, hubungan yang penuh penerimaan membantu anak merasa aman secara emosional.

Perasaan aman ini membuat cucu merasa bahwa rumah kakek-nenek adalah tempat yang nyaman untuk kembali.

3. Sering Menceritakan Kisah Masa Lalu


Banyak cucu menyukai cerita masa kecil kakek atau nenek mereka.

Cerita seperti:

kehidupan di masa lalu

perjuangan keluarga

pengalaman unik zaman dulu

tidak hanya menghibur, tetapi juga memperkuat identitas keluarga.

Dalam Psikologi Keluarga, kegiatan berbagi cerita keluarga disebut membantu anak memahami asal-usul mereka dan meningkatkan rasa keterikatan antar generasi.

4. Menunjukkan Kesabaran yang Besar


Kakek-nenek yang disayangi cucu hampir selalu dikenal sebagai sosok yang sangat sabar.

Mereka tidak mudah marah ketika cucu:

membuat kesalahan

bertanya berulang-ulang

berperilaku sedikit nakal

Kesabaran ini membuat anak merasa aman untuk belajar dan bereksplorasi tanpa takut dimarahi.

5. Menghargai Hal-hal Kecil dari Cucu


Cucu sering merasa bangga ketika kakek-nenek memuji hal kecil, misalnya:

gambar sederhana

nilai sekolah

cerita tentang teman

Perilaku ini berkaitan dengan konsep Positive Reinforcement yang dipopulerkan oleh B. F. Skinner. Pujian yang tulus membantu anak mengembangkan motivasi dan rasa percaya diri.

6. Selalu Meluangkan Waktu


Bagi cucu, waktu bersama kakek-nenek sering menjadi momen yang paling berkesan.

Mereka mungkin:

bermain bersama

memasak bersama

berjalan-jalan

menonton televisi bersama

Menurut penelitian dalam Psikologi Sosial, kualitas waktu bersama jauh lebih penting daripada durasinya. Kehadiran yang penuh perhatian menciptakan ikatan emosional yang kuat.

7. Memberikan Nasihat Tanpa Menggurui


Kakek-nenek yang dekat dengan cucu biasanya tidak memaksa cucu untuk mengikuti semua nasihat mereka.

Sebaliknya, mereka:

berbicara dengan lembut

memberi contoh melalui pengalaman hidup

membiarkan cucu mengambil keputusan sendiri

Pendekatan ini membuat cucu merasa dihormati sebagai individu.

8. Menjadi Tempat Aman untuk Curhat


Sering kali cucu merasa lebih mudah bercerita kepada kakek-nenek daripada orang tua.

Hal ini terjadi karena kakek-nenek biasanya:

tidak terlalu cepat menghakimi

tidak langsung memarahi

lebih fokus memahami perasaan cucu

Dalam psikologi, kondisi ini berkaitan dengan konsep keamanan emosional dalam keluarga yang penting bagi perkembangan mental anak.

9. Menunjukkan Ketulusan dalam Hal Sederhana


Cucu jarang mengingat hadiah mahal, tetapi mereka selalu mengingat hal kecil seperti:

makanan favorit yang dimasakkan nenek

cerita sebelum tidur dari kakek

pelukan hangat setiap bertemu

Perilaku sederhana namun tulus ini membangun memori emosional yang kuat dalam otak anak.

10. Tidak Pernah Berhenti Menunjukkan Cinta


Perilaku terakhir yang paling penting adalah konsistensi dalam menunjukkan kasih sayang.

Kakek-nenek yang dicintai cucu tidak pernah berhenti menunjukkan cinta melalui:

kata-kata hangat

perhatian kecil

dukungan dalam setiap tahap kehidupan cucu

Penelitian dalam Psikologi Positif menunjukkan bahwa hubungan penuh kasih dalam keluarga dapat meningkatkan kesejahteraan emosional sepanjang hidup.

Kesimpulan


Hubungan antara kakek-nenek dan cucu bukan hanya hubungan keluarga biasa. Dalam banyak kasus, hubungan ini menjadi sumber kenyamanan, kebijaksanaan, dan kasih sayang yang mendalam.

Kakek-nenek yang sangat disayangi cucu biasanya tidak melakukan hal yang luar biasa. Mereka hanya konsisten melakukan hal-hal sederhana dengan tulus: mendengarkan, bersabar, memberi perhatian, dan selalu hadir secara emosional.

Justru dari tindakan sederhana itulah lahir kenangan yang melekat kuat dalam hati cucu—bahkan hingga mereka dewasa.***

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore