
seseorang yang tetap berteman dengan mantan./Freepik/jcomp
JawaPos.com - Dalam banyak budaya, hubungan dengan mantan pasangan sering dianggap sesuatu yang sebaiknya benar-benar diputus. Namun, tidak sedikit orang yang justru memilih tetap menjalin pertemanan setelah hubungan romantis berakhir.
Bagi sebagian orang, hal ini terdengar aneh, bahkan sulit dipahami. Tapi menurut psikologi, keputusan tersebut bukan sekadar kebetulan—sering kali mencerminkan karakter dan pola kepribadian tertentu.
Menariknya, orang-orang yang mampu menjaga hubungan baik dengan mantan sering memiliki ciri-ciri psikologis yang cukup unik. Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (4/4), terdapat sembilan ciri kepribadian mengejutkan yang sering dimiliki oleh mereka.
1. Kematangan Emosional yang Tinggi
Salah satu ciri paling jelas adalah kematangan emosional. Mereka mampu memisahkan antara perasaan masa lalu dan kondisi saat ini. Alih-alih terjebak dalam emosi negatif seperti dendam atau sakit hati, mereka memilih untuk menerima kenyataan dengan lapang.
Orang seperti ini tidak mudah terbawa perasaan dan mampu melihat hubungan secara rasional.
2. Kemampuan Mengelola Emosi dengan Baik
Tetap berteman dengan mantan membutuhkan kontrol emosi yang kuat. Tidak semua orang mampu melihat mantan tanpa memunculkan kembali luka lama.
Mereka yang bisa melakukannya biasanya:
Tidak reaktif secara berlebihan
Mampu mengelola rasa cemburu
Tidak mudah tersulut konflik lama
Ini menunjukkan tingkat regulasi emosi yang sehat.
3. Tidak Terlalu Bergantung Secara Emosional
Orang yang tetap berteman dengan mantan cenderung tidak memiliki ketergantungan emosional yang tinggi. Mereka tidak menjadikan hubungan sebagai satu-satunya sumber kebahagiaan.
Ketika hubungan berakhir, mereka tetap bisa berdiri sendiri tanpa merasa kehilangan identitas.
4. Memiliki Empati yang Tinggi
Empati memungkinkan seseorang memahami bahwa mantan pasangan juga manusia dengan perasaan dan pengalaman.
Alih-alih memusuhi, mereka bisa melihat hubungan masa lalu sebagai bagian dari perjalanan hidup bersama. Ini membuat mereka lebih mudah memaafkan dan mempertahankan hubungan yang sehat dalam bentuk baru.
5. Berpikiran Terbuka (Open-Minded)
Tidak semua orang setuju bahwa berteman dengan mantan adalah hal yang wajar. Namun, mereka yang melakukannya biasanya memiliki pola pikir yang lebih fleksibel.
Mereka tidak terikat pada norma sosial yang kaku, dan lebih fokus pada apa yang terasa benar bagi diri mereka sendiri.
6. Mampu Menetapkan Batasan yang Jelas
Ini salah satu faktor terpenting. Pertemanan dengan mantan hanya bisa berjalan sehat jika ada batasan yang tegas.
Orang dengan ciri ini:
Tahu kapan harus menjaga jarak
Tidak mencampuradukkan hubungan lama dengan yang baru
Menghindari situasi ambigu
Tanpa batasan, hubungan seperti ini justru bisa menjadi rumit.
7. Tidak Menyimpan Dendam
Menyimpan dendam adalah penghalang terbesar untuk tetap berteman dengan mantan. Orang yang mampu melanjutkan hubungan dalam bentuk pertemanan biasanya sudah berdamai dengan masa lalu.
Mereka memilih untuk melepaskan emosi negatif karena sadar bahwa hal itu hanya akan merugikan diri sendiri.
8. Menghargai Hubungan sebagai Proses, Bukan Hasil Akhir
Bagi mereka, hubungan tidak harus selalu berakhir dengan “selamanya bersama.” Mereka melihat hubungan sebagai proses pembelajaran.
Meskipun hubungan romantis berakhir, nilai dan kenangan yang terbentuk tetap dihargai. Itulah yang membuat mereka tetap ingin menjaga koneksi.
9. Memiliki Kepercayaan Diri yang Stabil
Kepercayaan diri yang sehat membuat seseorang tidak merasa terancam dengan keberadaan mantan dalam hidupnya.
Mereka tidak:
Merasa tersaingi
Takut dibandingkan
Cemas terhadap penilaian orang lain
Sebaliknya, mereka cukup yakin dengan diri sendiri dan pilihan hidupnya.
Penutup
Tetap berteman dengan mantan memang bukan pilihan untuk semua orang, dan itu sepenuhnya wajar. Setiap individu memiliki cara masing-masing dalam menghadapi perpisahan.
Namun, dari sudut pandang psikologi, orang yang mampu menjalin hubungan baik dengan mantan sering kali menunjukkan kualitas kepribadian yang kuat—mulai dari kematangan emosional, empati, hingga kemampuan menetapkan batasan yang sehat.

Ernando Ari dan Bruno Moreira Absen! Ini Starting Line Up Persebaya Surabaya vs Persita Tangerang di Gelora Bung Tomo
Imran Nahumarury Angkat Bicara Usai Semen Padang Kalah dari Persib Bandung
9 Tempat Nasi Padang di Surabaya dengan Rasa Paling Juara Cocok untuk Makan Bareng Keluarga
Viral Mahasiswi Universitas Budi Luhur Mengaku Dilecehkan Oknum Dosen: Pelaku Dinonaktifkan tapi Tetap Digaji
12 Tempat Kuliner Soto Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih
Samsung Rilis Galaxy A07 5G di Indonesia, Andalkan Baterai 6.000 mAh untuk Aktivitas Seharian
Kronologi Operasi Penyelamatan Pilot Jet Tempur F-15E Milik Amerika di Iran: Misi Rahasia AS di Balik Garis Musuh
Jadwal ASEAN Futsal Championship 2026 Timnas Indonesia vs Brunei, Siaran Langsung, dan Live Streaming
Masih Kekurangan Pegawai Terutama Guru, Pemkab Gresik Pastikan Tak Ada Pemecatan PPPK, Belanja Pegawai Hanya 29 Persen
8 Rekomendasi Lontong Balap Legendaris di Surabaya: Kuliner Ikonik dengan Cita Rasa Otentik
