Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 April 2026, 01.26 WIB

Orang yang Tetap Berteman dengan Mantan Biasanya Memiliki 9 Ciri Kepribadian Mengejutkan Ini Menurut Psikologi

seseorang yang tetap berteman dengan mantan./Freepik/jcomp - Image

seseorang yang tetap berteman dengan mantan./Freepik/jcomp

JawaPos.com - Dalam banyak budaya, hubungan dengan mantan pasangan sering dianggap sesuatu yang sebaiknya benar-benar diputus. Namun, tidak sedikit orang yang justru memilih tetap menjalin pertemanan setelah hubungan romantis berakhir.

Bagi sebagian orang, hal ini terdengar aneh, bahkan sulit dipahami. Tapi menurut psikologi, keputusan tersebut bukan sekadar kebetulan—sering kali mencerminkan karakter dan pola kepribadian tertentu.

Menariknya, orang-orang yang mampu menjaga hubungan baik dengan mantan sering memiliki ciri-ciri psikologis yang cukup unik. Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (4/4), terdapat sembilan ciri kepribadian mengejutkan yang sering dimiliki oleh mereka.

1. Kematangan Emosional yang Tinggi

Salah satu ciri paling jelas adalah kematangan emosional. Mereka mampu memisahkan antara perasaan masa lalu dan kondisi saat ini. Alih-alih terjebak dalam emosi negatif seperti dendam atau sakit hati, mereka memilih untuk menerima kenyataan dengan lapang.

Orang seperti ini tidak mudah terbawa perasaan dan mampu melihat hubungan secara rasional.

2. Kemampuan Mengelola Emosi dengan Baik

Tetap berteman dengan mantan membutuhkan kontrol emosi yang kuat. Tidak semua orang mampu melihat mantan tanpa memunculkan kembali luka lama.

Mereka yang bisa melakukannya biasanya:

Tidak reaktif secara berlebihan
Mampu mengelola rasa cemburu
Tidak mudah tersulut konflik lama

Ini menunjukkan tingkat regulasi emosi yang sehat.

3. Tidak Terlalu Bergantung Secara Emosional

Orang yang tetap berteman dengan mantan cenderung tidak memiliki ketergantungan emosional yang tinggi. Mereka tidak menjadikan hubungan sebagai satu-satunya sumber kebahagiaan.

Ketika hubungan berakhir, mereka tetap bisa berdiri sendiri tanpa merasa kehilangan identitas.

4. Memiliki Empati yang Tinggi

Empati memungkinkan seseorang memahami bahwa mantan pasangan juga manusia dengan perasaan dan pengalaman.

Alih-alih memusuhi, mereka bisa melihat hubungan masa lalu sebagai bagian dari perjalanan hidup bersama. Ini membuat mereka lebih mudah memaafkan dan mempertahankan hubungan yang sehat dalam bentuk baru.

5. Berpikiran Terbuka (Open-Minded)

Tidak semua orang setuju bahwa berteman dengan mantan adalah hal yang wajar. Namun, mereka yang melakukannya biasanya memiliki pola pikir yang lebih fleksibel.

Mereka tidak terikat pada norma sosial yang kaku, dan lebih fokus pada apa yang terasa benar bagi diri mereka sendiri.

6. Mampu Menetapkan Batasan yang Jelas

Ini salah satu faktor terpenting. Pertemanan dengan mantan hanya bisa berjalan sehat jika ada batasan yang tegas.

Orang dengan ciri ini:

Tahu kapan harus menjaga jarak
Tidak mencampuradukkan hubungan lama dengan yang baru
Menghindari situasi ambigu

Tanpa batasan, hubungan seperti ini justru bisa menjadi rumit.

7. Tidak Menyimpan Dendam

Menyimpan dendam adalah penghalang terbesar untuk tetap berteman dengan mantan. Orang yang mampu melanjutkan hubungan dalam bentuk pertemanan biasanya sudah berdamai dengan masa lalu.

Mereka memilih untuk melepaskan emosi negatif karena sadar bahwa hal itu hanya akan merugikan diri sendiri.

8. Menghargai Hubungan sebagai Proses, Bukan Hasil Akhir

Bagi mereka, hubungan tidak harus selalu berakhir dengan “selamanya bersama.” Mereka melihat hubungan sebagai proses pembelajaran.

Meskipun hubungan romantis berakhir, nilai dan kenangan yang terbentuk tetap dihargai. Itulah yang membuat mereka tetap ingin menjaga koneksi.

9. Memiliki Kepercayaan Diri yang Stabil

Kepercayaan diri yang sehat membuat seseorang tidak merasa terancam dengan keberadaan mantan dalam hidupnya.

Mereka tidak:

Merasa tersaingi
Takut dibandingkan
Cemas terhadap penilaian orang lain

Sebaliknya, mereka cukup yakin dengan diri sendiri dan pilihan hidupnya.

Penutup

Tetap berteman dengan mantan memang bukan pilihan untuk semua orang, dan itu sepenuhnya wajar. Setiap individu memiliki cara masing-masing dalam menghadapi perpisahan.

Namun, dari sudut pandang psikologi, orang yang mampu menjalin hubungan baik dengan mantan sering kali menunjukkan kualitas kepribadian yang kuat—mulai dari kematangan emosional, empati, hingga kemampuan menetapkan batasan yang sehat.

Pada akhirnya, bukan soal benar atau salah, tetapi apakah hubungan tersebut membawa kedamaian atau justru sebaliknya. Karena yang paling penting bukan status hubungan, melainkan kesehatan emosional masing-masing individu.
Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore