Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 April 2026, 03.18 WIB

7 Kebiasaan Harian yang Diam-Diam Menjamin Seseorang Tetap Miskin dan Tidak Bahagia Menurut Psikologi

seseorang yang diam-diam hidupnya tetap miskin dan tidak bahagia./Freepik/Jomkwan - Image

seseorang yang diam-diam hidupnya tetap miskin dan tidak bahagia./Freepik/Jomkwan

JawaPos.com - Banyak orang berpikir bahwa kemiskinan dan ketidakbahagiaan hanya disebabkan oleh faktor eksternal—kurangnya peluang, latar belakang keluarga, atau kondisi ekonomi.

Namun, psikologi modern menunjukkan bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari justru memiliki pengaruh besar terhadap kondisi finansial dan mental seseorang dalam jangka panjang.

Tanpa disadari, beberapa pola perilaku ini membentuk “lingkaran setan” yang membuat seseorang sulit berkembang, baik secara finansial maupun emosional.

Dilansir dari Expert Editor pada Sabtu (4/4), terdapat 7 kebiasaan harian yang secara psikologis terbukti dapat menghambat kesuksesan dan kebahagiaan.

1. Menunda Segala Hal (Prokrastinasi Kronis)

Menunda pekerjaan bukan sekadar masalah malas—ini sering berkaitan dengan kecemasan, perfeksionisme, atau ketakutan gagal. Dalam psikologi, prokrastinasi menciptakan stres jangka panjang dan menurunkan rasa percaya diri.

Setiap tugas yang ditunda akan menumpuk, menciptakan tekanan mental, dan akhirnya membuat seseorang merasa tidak mampu mengendalikan hidupnya. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini menghambat peluang karier dan finansial.

Efeknya:

Peluang hilang
Kinerja buruk
Stres meningkat

Baca Juga:Iran Siapkan Aturan Baru Selat Hormuz, AS-Israel Terancam Diblokir di Tengah Tekanan Donald Trump

2. Konsumtif untuk Pelarian Emosi

Banyak orang menggunakan belanja sebagai cara untuk “mengobati” stres atau kesedihan. Ini dikenal sebagai emotional spending.

Secara psikologis, perilaku ini memberikan kepuasan instan, tetapi tidak menyelesaikan akar masalah. Justru, setelahnya muncul rasa bersalah dan tekanan finansial yang lebih besar.

Efeknya:

Uang habis tanpa kontrol
Ketergantungan pada kepuasan instan
Siklus stres berulang

3. Terlalu Sering Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Media sosial memperparah kebiasaan ini. Membandingkan diri secara terus-menerus membuat seseorang merasa “kurang” meskipun sebenarnya tidak.

Dalam psikologi, ini disebut social comparison trap, yang dapat menurunkan kebahagiaan dan meningkatkan kecemasan.

Efeknya:

Minder dan tidak percaya diri
Kehilangan fokus pada tujuan sendiri
Motivasi menurun

4. Tidak Punya Tujuan yang Jelas

Orang yang tidak memiliki arah hidup cenderung berjalan tanpa strategi. Psikologi menunjukkan bahwa tujuan memberi makna dan motivasi.

Tanpa tujuan, seseorang lebih mudah terdistraksi, kurang disiplin, dan sulit membuat keputusan yang berdampak positif dalam jangka panjang.

Efeknya:

Hidup terasa stagnan
Sulit berkembang secara finansial
Kehilangan motivasi

5. Menghindari Ketidaknyamanan

Pertumbuhan selalu terjadi di luar zona nyaman. Namun, banyak orang secara naluriah menghindari hal yang sulit atau tidak nyaman.

Padahal, secara psikologis, kemampuan menoleransi ketidaknyamanan (discomfort tolerance) adalah kunci kesuksesan.

Efeknya:

Tidak berkembang
Takut mencoba hal baru
Peluang besar terlewat

6. Lingkungan Sosial yang Negatif

Manusia sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. Jika seseorang dikelilingi oleh orang-orang yang pesimis, malas, atau tidak punya ambisi, kemungkinan besar ia akan terpengaruh.

Psikologi sosial menunjukkan bahwa perilaku dan pola pikir sangat “menular”.

Efeknya:

Pola pikir terbatas
Normalisasi kemalasan
Sulit keluar dari kondisi buruk

7. Tidak Mau Belajar dan Berkembang

Dunia terus berubah. Orang yang berhenti belajar akan tertinggal.

Dalam psikologi, ini berkaitan dengan fixed mindset—keyakinan bahwa kemampuan tidak bisa berkembang. Sebaliknya, orang dengan growth mindset cenderung lebih sukses dan bahagia.

Efeknya:

Skill stagnan
Sulit bersaing
Peluang terbatas

Penutup

Kemiskinan dan ketidakbahagiaan jarang terjadi secara tiba-tiba. Keduanya biasanya adalah hasil dari kebiasaan kecil yang dilakukan berulang-ulang setiap hari.

Kabar baiknya: kebiasaan juga bisa diubah.

Dengan menyadari pola-pola di atas, seseorang bisa mulai menggantinya dengan kebiasaan yang lebih sehat—baik secara mental maupun finansial. Perubahan kecil yang konsisten sering kali menghasilkan dampak besar dalam jangka panjang.
Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore