Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Oktober 2025, 05.52 WIB

Kenali Vitiligo, Penyakit yang Bikin Warna Kulit Tidak Merata dan Berbagai Pilihan Pengobatan untuk Mengatasinya

Ilustrasi bagian tubuh seseorang yang mengalami vitiligo (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Pernahkah kamu melihat seseorang dengan bercak-bercak putih atau warna kulit yang tidak merata di tubuhnya? Mungkin di wajah, tangan, atau bagian tubuh lainnya terlihat area yang lebih terang dari warna kulit normalnya. Kondisi ini sebenarnya cukup umum terjadi dan bukan sesuatu yang perlu ditakuti. Banyak orang di seluruh dunia mengalami perubahan pigmentasi kulit seperti ini, dan kondisi itu memiliki nama medis yang spesifik. 

Vitiligo adalah kondisi kulit yang terjadi ketika sel-sel yang memproduksi pigmen atau warna kulit (melanosit) berhenti berfungsi atau mati. Akibatnya, muncul bercak-bercak putih atau kehilangan warna pada kulit yang bisa berkembang di berbagai bagian tubuh. Kondisi ini bukan penyakit menular dan tidak membahayakan kesehatan fisik secara langsung, meskipun dapat mempengaruhi kepercayaan diri penderitanya. Vitiligo dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia, jenis kelamin, atau warna kulit, meskipun lebih terlihat jelas pada orang dengan kulit yang lebih gelap.

Vitiligo sendiri ternyata memiliki beberapa jenis yang berbeda berdasarkan pola dan lokasi kemunculannya. Dilansir dari Cleveland Clinic, ada enam tipe utama vitiligo yang perlu dipahami.

  1. Generalized (Umum): Ini merupakan tipe vitiligo yang paling sering terjadi, di mana bercak putih (makula) muncul di berbagai tempat pada tubuh secara tersebar.
  2. Segmental: Tipe ini hanya mempengaruhi satu sisi tubuh atau satu area tertentu saja, misalnya hanya di tangan atau wajah bagian kiri atau kanan. 
  3. Mucosal: Vitiligo mukosal menyerang selaput lendir, khususnya di area mulut dan/atau alat kelamin.
  4. Focal: Merupakan tipe yang jarang terjadi, di mana bercak putih berkembang hanya di area kecil dan tidak menyebar dalam pola tertentu dalam kurun waktu satu hingga dua tahun.
  5. Trichome: Tipe ini menciptakan pola seperti mata banteng dengan pusat berwarna putih atau tidak berwarna, kemudian dikelilingi area dengan pigmentasi yang lebih terang, dan bagian terluar dengan warna kulit normal.
  6. Universal: Ini adalah tipe vitiligo yang sangat langka, di mana lebih dari 80% kulit kehilangan pigmennya.

Bercak putih vitiligo juga dapat muncul di hampir semua bagian tubuh, namun ada beberapa area yang lebih sering terkena. Area yang paling umum mengalami vitiligo adalah bagian tubuh yang sering terpapar sinar matahari seperti wajah, tangan, lengan, dan kaki. Selain itu, vitiligo juga kerap muncul di sekitar lubang tubuh seperti mata, hidung, dan mulut, serta area lipatan kulit seperti ketiak dan selangkangan. Dalam beberapa kasus, vitiligo bahkan dapat mempengaruhi rambut, menyebabkan rambut di area yang terkena menjadi putih atau abu-abu secara prematur.

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya vitiligo. Meskipun penyebab pasti belum sepenuhnya dipahami, para ahli medis telah mengidentifikasi beberapa kemungkinan pemicu kondisi ini.

  • Kondisi Autoimun

Sistem kekebalan tubuh keliru menganggap sel-sel sehat (melanosit) sebagai penyerbu asing seperti bakteri yang dapat membahayakan tubuh. Hal ini membuat sistem imun bereaksi berlebihan dan mengembangkan antibodi untuk menghancurkan melanosit, padahal sel-sel tersebut sebenarnya penting untuk produksi pigmen kulit.

  • Perubahan Genetik

Mutasi genetik atau perubahan pada DNA tubuh dapat mempengaruhi cara kerja sel melanosit. Penelitian menunjukkan ada lebih dari 30 gen yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami vitiligo, sehingga faktor keturunan memainkan peran penting dalam kondisi ini.

  • Stres

Jumlah pigmen yang diproduksi oleh sel melanosit dapat berubah jika kamu mengalami stres emosional yang sering atau stres fisik pada tubuh, terutama setelah mengalami cedera. Stres berkepanjangan dapat memicu gangguan fungsi sel pigmen dan mempercepat perkembangan vitiligo. 

  • Pemicu Lingkungan

Faktor-faktor seperti paparan radiasi ultraviolet yang berlebihan dan paparan bahan kimia beracun dapat mempengaruhi fungsi sel melanosit. Lingkungan yang tidak sehat atau paparan terhadap zat-zat tertentu dapat menjadi pemicu munculnya vitiligo pada individu yang memiliki kecenderungan genetik. 

Langkah Pengobatan 

Walaupun begitu, tetap ada berbagai metode pengobatan medis yang tersedia untuk mengatasi vitiligo. Seperti yang dilansir dari Hello Sehat, meskipun belum ada obat yang dapat menyembuhkan vitiligo sepenuhnya, beberapa perawatan dapat membantu mengembalikan warna kulit atau menghentikan penyebarannya.

1. Krim Kortikosteroid

Obat topikal ini bekerja dengan cara mencegah penyebaran hilangnya pigmen agar tidak semakin meluas ke area kulit lainnya. Selain itu, kortikosteroid juga membantu proses pengembalian warna kulit ke kondisi normalnya secara bertahap. Penggunaan krim ini harus sesuai resep dokter untuk menghindari efek samping.

2. Obat untuk Sistem Imunitas

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore