JawaPos.com - CEO Philip Morris International (PMI), Jacek Olczak sepekat bahwa merokok berbahaya bagi tubuh. Namun, irononya masih banyak orang di dunia ini tetap merokok meski menyadari bahaya yang bisa ditimbulkan.
“Semua orang setuju bahwa merokok itu berbahaya bagi kesehatan,” ujar Olczak dalam acara Technovation: Smoke-Free by PMI di Dubai, Uni Emirat Arab, dikutip Selasa (14/10).
Oleh karena itu, tidak mudah mewujudkan dunia tanpa asap rokok. Perlu adanya alternatif untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap rokok.
“Kenyataannya orang tetap merokok dan mereka akan terus merokok jika kita tidak memberi mereka alternatif,” jelas Olczak.
Masih menurut Olczak, teknologi sudah memungkinkan terciptanya produk yang dapat mengurangi paparan zat kimia berbahaya, dan berpotensi berbahaya tanpa menghilangkan nikotin.
Berbagai produk bebas asap yang dikembangkan oleh PMI, misalnya produk tembakau yang dipanaskan, rokok elektronik dan kantong nikotin, kini menjadi bagian dari strategi tobacco harm reduction atau pengurangan bahaya tembakau.
Seperti di Jepang, setelah 10 tahun diperkenalkannya produk tembakau yang dipanaskan, lebih dari 50 persen perokok dewasa telah beralih. Sementara di Swedia, tingkat perokok telah turun ke angka 5 persen, sebuah ambang batas yang menurut standar kesehatan dianggap sebagai masalah yang hampir terselesaikan.
“Itu bukti bahwa jika masyarakat diberi pilihan yang lebih baik dan informasi yang akurat, maka mereka akan berubah,” ujar Olczak.
Dia juga menekankan peran penting media dan opini publik dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap alternatif yang lebih baik daripada rokok. “Media memiliki peran penting untuk bisa memengaruhi keputusan seseorang,” tandasnya.