Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 Oktober 2025, 16.29 WIB

Benarkah Minum Air Dingin Berbahaya? Fakta Ilmiah di Balik Suhu Air untuk Kesehatan Tubuh

ilustrasi air dingin. Sumber foto: Freepik - Image

ilustrasi air dingin. Sumber foto: Freepik

JawaPos.com - Menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah hal yang sangat penting bagi kesehatan. Namun, muncul perdebatan menarik tentang suhu air yang sebaiknya diminum.

Sebagian orang percaya bahwa air dingin bisa berdampak buruk bagi tubuh, sementara yang lain merasa bahwa air dingin justru menyegarkan dan membantu tubuh lebih cepat pulih.

Pertanyaannya, apakah benar minum air dingin bisa mengganggu fungsi tubuh, atau hanya sekadar mitos?

Air berperan vital dalam hampir seluruh proses tubuh, mulai dari pencernaan, metabolisme, pembuangan racun, hingga menjaga suhu tubuh tetap stabil. Karena itu, penting bagi setiap orang untuk memenuhi kebutuhan cairan harian. Tetapi, apakah suhu air (dingin atau hangat) dapat memengaruhi manfaat hidrasi yang didapat?

Pandangan Ayurveda terhadap Air Dingin

Melansir dari Medical News Today, dalam tradisi pengobatan India kuno, Ayurveda, air dingin dianggap dapat mengganggu keseimbangan alami tubuh. Teori ini menyebut bahwa suhu tubuh manusia yang berkisar di 37°C akan terganggu ketika menerima air yang terlalu dingin, sehingga tubuh harus bekerja ekstra untuk mengembalikan suhu normalnya.

Praktisi Ayurveda juga percaya bahwa air dingin dapat “memadamkan api” atau Agni, yang berfungsi mendukung sistem metabolisme dan pencernaan.

Sebaliknya, air hangat atau panas dianggap mampu membantu proses pencernaan menjadi lebih lancar. Walau begitu, pandangan ini belum sepenuhnya didukung bukti ilmiah.

Dalam dunia kedokteran modern, belum ada penelitian kuat yang menunjukkan bahwa air dingin berdampak negatif terhadap kesehatan pencernaan. Faktanya, mengonsumsi air dalam jumlah cukup, baik hangat maupun dingin, tetap membantu tubuh membuang racun dan mencegah sembelit.

Sebuah studi kecil pada tahun 2013 menemukan bahwa suhu air dapat memengaruhi seberapa banyak seseorang minum dan seberapa banyak mereka berkeringat. Dalam penelitian tersebut, suhu air paling ideal untuk hidrasi adalah sekitar 16°C, yaitu suhu air keran yang terasa sejuk.

Peserta penelitian minum lebih banyak dan berkeringat lebih sedikit saat mengonsumsi air pada suhu ini. Para peneliti kemudian menyimpulkan bahwa air bersuhu 16°C mungkin paling efektif untuk menghidrasi tubuh setelah aktivitas fisik di lingkungan panas dan lembap.

Risiko Mengonsumsi Air Dingin

Meski sebagian besar orang dapat dengan aman mengonsumsi air dingin, ada beberapa kondisi medis yang perlu diwaspadai. Beberapa penelitian lama menunjukkan bahwa penderita gangguan pada kerongkongan, seperti achalasia (kondisi langka yang membuat proses menelan sulit) dapat mengalami gejala yang lebih parah setelah minum air dingin.Sebaliknya, air hangat diketahui membantu melemaskan otot kerongkongan sehingga proses menelan lebih mudah.

Selain itu, penelitian lain pada tahun 2001 yang melibatkan ratusan perempuan menemukan bahwa sebagian kecil peserta mengalami sakit kepala setelah minum air es melalui sedotan. Efek ini terutama dirasakan oleh mereka yang memiliki riwayat migrain, di mana risiko sakit kepala meningkat dua kali lipat setelah mengonsumsi air dingin.

Meskipun demikian, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa air dingin dapat menyebabkan pilek atau sakit tenggorokan, seperti yang sering dipercaya masyarakat.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore