Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 Oktober 2025, 21.54 WIB

Pernah Melihat Noda Hitam pada Dinding yang Lembap? Waspadai Bahaya Black Mold bagi Kesehatan serta Cara Mengatasinya

Ilustrasi dinding dengan kondisi black mold. (Freepik) - Image

Ilustrasi dinding dengan kondisi black mold. (Freepik)

JawaPos.com - Black mold atau jamur hitam adalah jenis jamur yang tumbuh di lingkungan lembap dan kurang ventilasi seperti di dinding, kamar mandi, langit-langit, atau area yang sering terkena air. Black mold disebabkan oleh spesies jamur yang dikenal dengan nama Stachybotrys chartarum.

Jamur ini memiliki warna gelap kehitaman atau kehijauan, seringkali tampak berlendir dan bertekstur seperti tepung dengan bau apek yang khas. Selain terdapat pada dinding rumah, jamur hitam juga dapat tumbuh pada berbagai benda atau permukaan yang mengandung selulosa seperti kayu dan kertas.

Penyebab Black Mold Bisa Tumbuh

Dikutip dari Alodokter, jamur hitam cenderung tumbuh dengan baik di area yang lembap, sehingga ruangan seperti kamar mandi, dapur, dan ruang cuci akan menjadi tempat ideal tumbuhnya black mold.

Selain itu, kebocoran pada atap atau pipa air yang dibiarkan tanpa perbaikan dapat membuat area di sekitarnya menjadi lembap. Hal serupa juga terjadi pada jendela, pintu atau plafon yang sering terkena rembesan air, maka akan lebih mudah terkena black mold ini.

Faktor penyebab lainnya adalah kondisi setelah banjir, permukaan seperti kayu, dinding dan atap yang pernah terendam banjir, berisiko menjadi media tumbuhnya jamur. Hal ini karena material tersebut mudah menyerap air, membuatnya tetap lembap sehingga terjadi black mold.

Bahaya Black Mold bagi Kesehatan

Paparan black mold melalui udara atau kontak langsung dengan kulit dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan. Dampaknya dapat berbeda tergantung pada kondisi tubuh seseorang, serta intensitas dan durasi paparannya. Dikutip dari Alodokter, berikut bahaya yang ditimbulkan akibat black mold.

1. Gangguan Pernapasan

Jika spora jamur terhirup tanpa sengaja, saluran pernapasan dapat mengalami iritasi yang memicu gejala seperti bersin, batuk, tenggorokan gatal, dan hidung tersumbat. Orang yang memiliki riwayat rhinitis alergi atau asma umumnya lebih rentan mengalami keluhan pernapasan tersebut.

2. Infeksi Paru-paru

Kondisi ini merupakan lanjutan dari gangguan pernapasan, karena ketika sistem kekebalan tubuh lemah atau memiliki riwayat penyakit paru-paru maka akan lebih berisiko mengalami mikosis.

Mikosis merupakan infeksi paru-paru serius yang terjadi akibat pertumbuhan jamur di organ tersebut dan membutuhkan penanganan medis segera. Gejala mikosis dapat meliputi batuk berdarah, demam, nyeri otot dan sendi, sakit kepala, keringat berlebih di malam hari, serta rasa lelah meskipun sudah cukup beristirahat.

3. Iritasi Kulit

Selain mengganggu sistem pernapasan, paparan black mold melalui kontak langsung dengan kulit dapat menimbulkan iritasi, terutama pada individu dengan alergi jamur atau kulit sensitif. Iritasi akibat black mold biasanya ditandai dengan rasa gatal, kulit kering dan bersisik, ruam, serta benjolan kecil berisi cairan.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore