Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Oktober 2025, 01.24 WIB

Tak Hanya Bayi! 4 Jenis Biang Keringat Mengintai Orang Dewasa, Ketahui Penyebab dan Langkah Penanganan Cepat

Ilustrasi ketika orang dewasa terkena biang keringat (Dok. Freepik)

JawaPos.com - Biang keringat sering kali dianggap sebagai masalah kesehatan yang hanya dialami oleh bayi dan anak-anak kecil. Kondisi kulit ini memang sangat umum terjadi pada bayi karena sistem kelenjar keringat mereka belum berkembang sempurna. Namun, kenyataannya biang keringat juga bisa menyerang orang dewasa, terutama saat cuaca panas atau ketika seseorang beraktivitas fisik yang intens. Bahkan, tidak sedikit orang dewasa yang mengalami kondisi ini tanpa menyadari bahwa ruam merah gatal yang mereka alami adalah biang keringat.

Biang keringat atau dalam istilah medis disebut miliaria adalah kondisi kulit yang terjadi akibat tersumbatnya saluran kelenjar keringat. Ketika saluran ini tersumbat, keringat tidak dapat keluar ke permukaan kulit dan terperangkap di bawah lapisan kulit. Akibatnya, muncul benjolan-benjolan kecil, ruam, atau bintik-bintik merah yang disertai rasa gatal dan perih. Kondisi ini umumnya muncul di area tubuh yang sering berkeringat seperti leher, dada, punggung, lipatan siku, dan selangkangan.

Dilansir dari Mayo Clinic, jenis-jenis biang keringat diklasifikasikan berdasarkan kedalaman keringat yang terperangkap di dalam kulit, dengan tanda dan gejala yang bervariasi untuk setiap jenisnya. Berikut adalah jenis-jenis biang keringat yang perlu kamu ketahui:

1. Miliaria Crystallina 

Ini merupakan bentuk biang keringat yang paling ringan dan terjadi ketika pori-pori keringat di permukaan kulit tersumbat. Ditandai dengan munculnya benjolan kecil berisi cairan bening yang mudah pecah dan umumnya tidak menimbulkan rasa sakit atau gatal.

2. Miliaria Rubra 

Jenis ini terjadi lebih dalam di lapisan kulit dan sering disebut sebagai "prickly heat" atau biang keringat yang menyengat. Gejalanya meliputi benjolan kecil meradang menyerupai lepuhan disertai rasa gatal atau sensasi menyengat di area yang terkena.

3. Miliaria Pustulosa 

Kadang-kadang, benjolan meradang pada miliaria rubra dapat terisi dengan nanah sehingga berubah menjadi bentuk yang disebut miliaria pustulosa. Kondisi ini menandakan adanya peradangan yang lebih intens pada kulit.

4. Miliaria Profunda 

Bentuk biang keringat yang paling jarang terjadi ini menyerang lapisan kulit paling dalam yaitu dermis. Miliaria profunda menyebabkan benjolan yang keras, terasa nyeri atau gatal, tampak seperti merinding, dan dapat pecah atau melepuh.

Penyebab utama biang keringat adalah tersumbatnya saluran kelenjar keringat yang mengakibatkan keringat terperangkap di bawah kulit. Penyumbatan ini dapat terjadi karena berbagai faktor seperti cuaca panas dan lembap, aktivitas fisik berlebihan, penggunaan pakaian yang terlalu ketat atau tidak menyerap keringat, serta penggunaan produk perawatan kulit yang terlalu tebal seperti krim atau losion yang dapat menutup pori-pori. Pada bayi, sistem kelenjar keringat yang belum matang membuat mereka lebih rentan mengalami kondisi ini, terutama saat cuaca panas atau ketika mereka dibedong terlalu kencang.

Cara Mengatasi Biang Keringat

Ketika bayi mengalami biang keringat, penanganan yang tepat dan cepat sangat penting untuk mencegah kondisi memburuk dan membuat si kecil lebih nyaman. Dilansir dari Halodoc, berikut adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi biang keringat pada bayi:

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore