Ilustrasi gula (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Dalam upaya mengurangi konsumsi gula, banyak orang beralih ke pemanis buatan. Namun, apakah pilihan ini benar-benar lebih aman? Studi terbaru menunjukkan adanya kemungkinan hubungan antara konsumsi pemanis buatan dan penuaan otak yang lebih cepat. Meski masih memerlukan penelitian lanjutan, temuan ini cukup mengejutkan dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan ahli kesehatan.
Dilansir dari Medical News Today, pemanis buatan hadir dalam berbagai bentuk dan nama, mulai dari sucralose, erythritol, hingga aspartame. Bahan-bahan ini tersedia dalam bentuk cair atau bubuk dan dikonsumsi jutaan orang di seluruh dunia, terutama mereka yang hidup dengan diabetes.
Alasan utama penggunaan pemanis buatan bagi penderita diabetes adalah karena diyakini tidak menyebabkan lonjakan kadar gula darah seperti gula biasa. Hal ini menjadikannya alternatif populer untuk menjaga kestabilan kadar glukosa tanpa mengorbankan rasa manis pada makanan dan minuman.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) telah menyetujui beberapa jenis pemanis buatan, termasuk sakarin, sucralose, dan aspartame, serta alkohol gula seperti xylitol dan erythritol. Bahkan, pemanis berbasis tanaman seperti stevia dan monk fruit juga dianggap aman untuk dikonsumsi dalam batas wajar.
Namun, seiring waktu, semakin banyak penelitian yang memunculkan pertanyaan tentang efek jangka panjang dari konsumsi pemanis buatan terhadap kesehatan secara keseluruhan, terutama kesehatan otak.
Hubungan Antara Pemanis Buatan dan Fungsi Otak
Salah satu penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal medis Neurology menemukan bahwa konsumsi beberapa jenis pemanis buatan (termasuk aspartame, sakarin, acesulfame-K, erythritol, xylitol, sorbitol, dan tagatose) berkaitan dengan penurunan kemampuan memori dan fungsi berpikir.
Peneliti mengungkap bahwa efek penurunan kognitif ini setara dengan penuaan otak sekitar 1,6 tahun lebih cepat. Temuan ini menimbulkan kekhawatiran bahwa penggunaan jangka panjang pemanis buatan mungkin tidak seaman yang diperkirakan sebelumnya.
Meski demikian, para ahli menekankan bahwa penelitian ini belum cukup kuat untuk menyimpulkan hubungan sebab-akibat secara pasti. Masih dibutuhkan studi lanjutan untuk memahami mekanisme bagaimana pemanis buatan dapat memengaruhi sel-sel otak dan fungsi kognitif manusia.
Kontroversi ini menimbulkan dilema bagi masyarakat yang mengandalkan pemanis buatan untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil, namun kini dihadapkan pada kemungkinan dampak negatif terhadap otak mereka.
Perspektif Ahli: Menyeimbangkan Risiko dan Manfaat
Untuk menggali lebih dalam, Medical News Today berbincang dengan dr. Claudia Suemoto, seorang dokter sekaligus peneliti dari Universitas São Paulo, Brasil, yang juga menjadi penulis utama studi dalam jurnal Neurology tersebut.
Dr. Suemoto merupakan asisten profesor geriatrik dan epidemiolog yang berfokus pada penelitian tentang penuaan otak dan demensia. Ia juga menjadi salah satu koordinator Brain Bank of the Brazilian Aging Brain Study Group, lembaga penelitian otak terbesar di Amerika Latin.
Dalam wawancaranya, dr. Suemoto menekankan bahwa meski hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi antara pemanis buatan dan penurunan fungsi otak, bukan berarti masyarakat harus langsung menghentikan penggunaannya. Menurutnya, keseimbangan dan moderasi adalah kunci utama.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
