Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Oktober 2025, 20.57 WIB

Bukan Cuma Nyeri Dada, dr. Vito Damay Ungkap 5 Gejala Sumbatan Jantung yang Jarang Disadari

Dr. dr. Vito Anggarino Damay, Sp.Jp (K). (Dok. Pribadi) - Image

Dr. dr. Vito Anggarino Damay, Sp.Jp (K). (Dok. Pribadi)

JawaPos.com - Tidak semua serangan jantung diawali dengan nyeri dada yang hebat. Menurut Dr. dr. Vito Anggarino Damay, Sp.Jp (K), banyak pasien tidak menyadari tanda-tanda awal sumbatan jantung karena gejalanya sering kali ringan dan dianggap sepele.

Dr. Vito mengatakan, banyak orang merasa sehat sebelum tiba-tiba terkena serangan jantung. “Mereka sering berpikir tidak punya gejala apa pun, padahal tubuh sebenarnya sudah memberi sinyal peringatan,” ujarnya di kanal Youtube DRV Channel.

Dalam penjelasan itu, Dr. Vito menyebut ada lima gejala sumbatan arteri koroner (pembuluh darah jantung) yang sering diabaikan.

Pertama, pegal di dada. Sering kali ini diabaikan karena dikira sakit otot biasa. Padahal bila pegal di dada selalu dirasakan saat aktivitas dan reda saat istirahat, ini mungkin adalah gejala sumbatan arteri koroner pada jantung.

sakit kepala mendadak tanpa pemicu yang jelas atau tanpa aktivitas berat. Menurutnya, sakit kepala seperti ini bisa menjadi tanda awal adanya gangguan aliran darah di jantung, terutama bila terjadi saat seseorang sedang marah atau stres.

Gejala kedua adalah nyeri pada tangan kiri yang menjalar ke punggung atau dada. Kondisi ini sering muncul ketika seseorang beraktivitas berat atau sedang emosional.

“Kalau nyeri seperti ini muncul, apalagi disertai faktor risiko seperti obesitas (kelebihan berat badan), kolesterol tinggi, atau tekanan darah tinggi, sebaiknya segera melakukan check up jantung minimal EKG dan stress test,” ujar Dr. Vito.

Gejala ketiga yang sering disalahartikan adalah rasa tidak nyaman di perut bagian atas, yang kerap dianggap sebagai GERD (gastroesophageal reflux disease/penyakit asam lambung).

Padahal, sensasi panas atau perih di dada bagian bawah bisa jadi bukan dari lambung, melainkan dari sumbatan pembuluh darah jantung bagian bawah.

Dalam satu kasus, Dr. Vito menemukan pasien yang mengira dirinya hanya sakit maag, padahal memiliki sumbatan jantung hingga 100 persen.

Selanjutnya, mudah lelah (fatigue) juga bisa menjadi tanda adanya masalah jantung. Banyak orang tua menganggap cepat lelah adalah hal wajar karena usia.

Padahal, kata Dr. Vito, orang tua yang menjaga pola hidup sehat seharusnya tetap bertenaga. “Kalau cepat lelah atau napas pendek tanpa sebab jelas, bisa jadi itu tanda awal sumbatan,” katanya.

Gejala kelima adalah nyeri di punggung atau dada bagian belakang. Pada sebagian kasus, sumbatan di pembuluh darah jantung bagian belakang menyebabkan rasa nyeri yang menjalar ke belakang tubuh.

Dalam salah satu contohnya, Dr. Vito menemukan pasien berusia muda yang memiliki sumbatan hingga 90 persen di bagian belakang jantung, meski tampak sehat dan rutin berolahraga.

Dr. Vito menegaskan pentingnya deteksi dini (screening) seperti EKG (elektrokardiogram, pemeriksaan aktivitas listrik jantung) dan tes darah untuk deteksi faktor risiko. Sedangkan tes enzim jantung (troponin-protein penanda kerusakan otot jantung) dibutuhkan saat ada kecurigaan serangan jantung.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore