Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 Oktober 2025, 15.57 WIB

Sering Ngemil Es Batu? Kenali Pagophagia, Kebiasaan Sepele yang Ternyata Banyak Penyebabnya

Ilustrasi es batu yang biasa menjadi camilan bagi sebagian orang. (Freepik) - Image

Ilustrasi es batu yang biasa menjadi camilan bagi sebagian orang. (Freepik)

JawaPos.com - Kamu mungkin tanpa sadar sering ngemil es batu, atau melihat orang di sekitar yang punya kebiasaan ini. Entah saat sedang menikmati minuman dingin di kafe, atau bahkan di rumah ketika mengambil es dari kulkas. Kebiasaan mengunyah es batu ini mungkin terlihat sepele dan dianggap hanya sebagai cara untuk menyegarkan diri di cuaca panas. Namun, tahukah kamu bahwa keinginan berlebihan untuk mengonsumsi es batu sebenarnya bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan tertentu yang perlu diwaspadai.

Kebiasaan ngemil es batu yang berlebihan ini memiliki istilah medis tersendiri, yaitu pagophagia. Pagophagia merupakan kondisi di mana seseorang mengalami keinginan yang kuat dan tidak terkendali untuk mengunyah es batu secara terus-menerus. Kondisi ini termasuk dalam gangguan pica, yaitu gangguan makan yang ditandai dengan keinginan mengonsumsi benda atau zat yang tidak memiliki nilai gizi. Seseorang dengan pagophagia bisa menghabiskan setidaknya satu baki es batu setiap harinya, bahkan kebiasaan ini cenderung memburuk saat mereka mengalami stres.

Kebiasaan ini ternyata juga dapat disebabkan oleh beberapa faktor kesehatan lainnya. Seperti yang dilansir dari Very Well Health, Keinginan untuk mengonsumsi es batu bukan sekadar kebiasaan biasa, melainkan bisa menjadi sinyal dari tubuh bahwa ada sesuatu yang tidak beres. Para ahli kesehatan telah mengidentifikasi berbagai penyebab di balik kebiasaan ini, mulai dari masalah nutrisi hingga kondisi psikologis tertentu yang perlu mendapat perhatian serius.

1. Dehidrasi

Ngemil es batu memang bisa membantu rehidrasi dan mengatur suhu tubuh, terutama saat cuaca panas. Namun, jika kamu merasa selalu ingin mengunyah es batu, ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh kamu kekurangan cairan. Alih-alih terus bergantung pada es batu, sebaiknya pastikan kamu mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup setiap harinya. Tubuh yang terhidrasi dengan baik akan mengurangi keinginan berlebihan untuk mengonsumsi es.

2. Masalah Nutrisi

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa keinginan untuk mengonsumsi es batu bisa menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan asupan nutrisi akibat kekurangan zinc atau kalsium. Dimana mineral-mineral ini sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan dan memiliki peran dalam penyerapan zat besi di dalam tubuh. Ketika tubuh kekurangan mineral ini, otak bisa mengirimkan sinyal yang salah berupa keinginan untuk mengunyah es. Meskipun es tidak mengandung nutrisi yang dibutuhkan, tubuh tetap mencari cara untuk mengatasi defisiensi yang dialami.

3. Anemia Defisiensi Besi

Zat besi berperan penting dalam produksi sel darah merah yang sehat di dalam tubuh. Kekurangan zat besi menyebabkan penurunan jumlah sel darah merah, kondisi yang dikenal sebagai anemia defisiensi besi. Beberapa orang dengan defisiensi besi mengalami keinginan tiba-tiba untuk mengunyah es yang semakin intensif ketika kadar besi dalam tubuh menurun. Selain keinginan kuat untuk mengonsumsi es, tanda-tanda lain dari anemia defisiensi besi meliputi kelelahan, kelemahan, sakit kepala, dan warna kebiruan pada bagian putih mata.

4. Kehamilan, Menstruasi, dan Menyusui

Defisiensi besi juga bisa terjadi akibat tubuh kehilangan darah. Dilansir dari Very Well Health, peneliti menemukan bahwa keinginan mengonsumsi es batu lebih banyak ditemukan pada seseorang yang sedang hamil, menstruasi, atau menyusui. Karena selama kehamilan dan masa pasca melahirkan, termasuk fase menyusui, maka risiko anemia meningkat karena kebutuhan zat besi yang lebih tinggi.

Selain itu, selama siklus menstruasi, beberapa orang juga mengalami siklus yang berat dan dapat memicu respons anemia. Hal-hal tersebutlah yang kemudian memunculkan keinginan untuk mengonsumsi es batu.

5. Gangguan Pica

Pica merupakan gangguan yang menyebabkan seseorang mengonsumsi benda-benda yang bukan makanan atau zat yang tidak memiliki nilai nutrisi, termasuk es secara berlebihan. Ketika es menjadi objek yang dikonsumsi, kondisi ini disebut sebagai pagophagia. Pola makan abnormal ini bisa mengakibatkan seseorang mengonsumsi setidaknya satu baki es batu setiap hari, bahkan ketika mengalami stres kondisi ini akan semakin memburuk.

6. Gangguan Emosional

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore