Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 Oktober 2025, 11.34 WIB

Asbestosis hingga Kanker Paru-paru, 6 Bahaya Asbes untuk Atap Rumah yang Harus Anda Ketahui dan Waspadai

Ilustrasi atap asbes


JawaPos.com
 - Di tengah kebutuhan akan bahan bangunan yang tahan lama dan terjangkau, atap asbes sempat menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia. Material ini terbuat dari serat mineral alami, dikenal sangat tahan panas, tidak mudah terbakar, dan tentu saja ramah di kantong.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kini diketahui bahwa di balik keunggulan ekonomis tersebut, terdapat bahaya kesehatan yang sangat serius. Asbes tidak lagi bisa dipandang sebagai solusi murah yang aman untuk jangka panjang.

Penggunaan asbes, terutama untuk atap rumah, dapat menimbulkan dampak fatal terhadap kesehatan manusia. Ancaman ini disebabkan oleh kandungan serat dalam lembaran asbes, yaitu asbestos.

Baca Juga: Waspadai Bahaya Asbes: Penyebab Asbestosis dan Cara Mencegah Paparan yang Merusak Paru-Paru

Mengacu pada data laman kfmap.asia, asbestos berpotensi melepaskan partikel serat beracun yang berukuran sangat kecil (hanya 3 mikrometer) ke udara bebas. Apabila partikel asbes ini terhirup oleh sistem pernapasan, partikel tersebut akan menempel di paru-paru dan dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan yang serius.

Risiko kesehatan akibat paparan asbes bukanlah isapan jempol belaka. Menurut kanal YouTube Belajar Arsitektur, berdasarkan data Global Burden of Disease tahun 2019, tercatat ada 1661 kematian di Indonesia yang diakibatkan oleh paparan asbes di tempat kerja. Sebanyak 82 persen dari kasus tersebut disebabkan oleh kanker paru-paru.

Tragisnya, diperkirakan jumlah kematian ini berpotensi meningkat hingga 3.000 jiwa pada tahun 2040 jika penggunaan asbes di Indonesia tidak dikurangi atau dihentikan.

Baca Juga: Terkait Penggunaan Atap Asbes dan Hubungannya dengan Kesehatan, Produsen Diminta Lakukan Hal Ini

Sudah banyak negara di dunia yang bahkan telah melarang secara tegas penggunaan material ini karena tingginya risiko asbes yang ditimbulkannya. Penghentian penggunaan asbes harus menjadi prioritas demi melindungi kesehatan masyarakat.

Mari kita simak penjelasan mengenai bahaya asbes bagi tubuh Anda berikut ini.

1. Risiko Terperangkap Permanen di Paru-Paru
Salah satu bahaya utama asbes adalah kemampuannya masuk ke sistem pernapasan. Serat asbes sangat halus sehingga mudah terhirup tanpa disadari. Begitu masuk ke paru-paru, partikel ini akan sulit keluar dan akhirnya menumpuk.

Kondisi ini bisa menyebabkan gangguan pernapasan kronis seperti sesak napas dan batuk berkepanjangan. Paparan jangka panjang bahkan dapat merusak jaringan paru-paru secara permanen.

2. Penyakit Asbestosis
Asbestosis merupakan salah satu bahaya paling serius dari paparan asbes. Penyakit ini terjadi ketika jaringan paru-paru terluka akibat serat asbes yang menggores dan menumpuk di dalamnya. Akibatnya, paru-paru menjadi kaku dan kemampuan bernapas menurun drastis.

Gejalanya meliputi batuk kering, sesak napas, dan rasa nyeri di dada. Asbestosis termasuk penyakit kronis yang tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, tetapi dapat dikendalikan dengan perawatan medis intensif.

3. Meningkatkan Risiko Kanker Paru-paru
Paparan asbes yang berlangsung lama dapat memicu kanker paru-paru. Risiko ini bahkan meningkat dua kali lipat bagi perokok yang bekerja di lingkungan dengan kadar asbes tinggi, seperti pabrik atau area konstruksi lama. Sebagian besar penderita kanker paru akibat asbes mengalami gejala berupa batuk berdarah, sesak napas, serta penurunan berat badan yang signifikan.

4. Mesotelioma
Mesotelioma adalah jenis kanker ganas yang menyerang lapisan pelindung paru-paru (pleura) atau rongga perut. Penyakit ini hampir selalu disebabkan oleh paparan asbes dalam waktu lama. Mesotelioma tergolong langka namun sangat agresif dan sulit disembuhkan. Gejalanya biasanya baru muncul bertahun-tahun setelah seseorang terpapar, sehingga sering kali terlambat terdeteksi.

5. Iritasi Kulit dan Saluran Pernapasan
Selain mengancam paru-paru, debu asbes juga bisa menyebabkan iritasi pada kulit dan saluran napas. Serat kecil yang menempel di pakaian atau kulit dapat menimbulkan rasa gatal, ruam, dan peradangan.

Jika terhirup, partikel ini berpotensi menyebabkan gangguan pada tenggorokan, batuk, serta rasa tidak nyaman saat bernapas. Untuk mencegahnya, para pekerja yang berpotensi terpapar asbes dianjurkan menggunakan alat pelindung diri sesuai standar Kementerian Ketenagakerjaan RI.

6. Risiko Penyakit Kanker Kulit
Walaupun jarang terjadi, beberapa penelitian menunjukkan bahwa partikel asbes yang menempel pada kulit dalam jangka panjang bisa memicu perubahan sel dan meningkatkan risiko kanker kulit. Debu asbes dapat masuk melalui pori-pori dan menyebabkan iritasi kronis. Oleh karena itu, penting untuk selalu membersihkan tubuh dan pakaian setelah beraktivitas di area yang berpotensi mengandung asbes.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore