Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 Oktober 2025, 22.01 WIB

Kulit Gatal Sering Kambuh Tak Menentu? Kenali Istilah Eczema dan 15 Pemicunya yang Belum Disadari Banyak Orang

Wanita yang menderita kulit eczema di sekitar mata (dok. stocksy) - Image

Wanita yang menderita kulit eczema di sekitar mata (dok. stocksy)

JawaPos.com - Banyak orang yang hidup dengan eczema atau eksim tahu betapa mengganggunya kondisi ini. Kulit yang terasa gatal, kering, dan meradang sering muncul tiba-tiba tanpa sebab yang jelas.

Meski beberapa orang bisa dengan mudah mengenali pemicunya, sebagian lainnya merasa kebingungan karena gejalanya datang dan pergi tanpa pola tertentu. Padahal, mengenali penyebab kambuhnya eczema merupakan langkah penting untuk mengendalikan kondisinya dan mencegah kekambuhan yang berulang.

Eczema adalah sekelompok kondisi peradangan kulit yang menyebabkan kulit kering, gatal, kemerahan, dan ruam. Kondisi ini dapat menyebabkan kulit terasa kering, bersisik, atau bahkan menebal dan berkerak. Eksim bukanlah penyakit menular, meskipun sering dikaitkan dengan faktor genetik dan lingkungan

Dilansir dari Medical News Today, inilah 15 pemicu utama kulit gatal yang bisa disebut eczema.

1. Gangguan dari Bahan Iritan

Kulit dengan eczema cenderung lebih sensitif terhadap bahan iritan. Sentuhan dengan sabun keras, deterjen, parfum, atau cairan pembersih rumah tangga dapat langsung memicu reaksi gatal dan perih. Hal ini terjadi karena bahan iritan merusak lapisan pelindung kulit dan menghilangkan minyak alami yang menjaga kelembapan.

Bila paparan terus berlanjut sebelum kulit sempat pulih, peradangan pun tak terelakkan. Untuk meredakannya, hindari paparan langsung dengan bahan pemicu dan gunakan krim penghalang atau emolien segera setelah kulit terpapar.

2. Paparan Air Berlebihan

Air memang penting bagi kebersihan, tetapi terlalu sering mencuci tangan atau mandi dalam waktu lama justru dapat memperburuk eczema. Air panas dan sabun mengikis minyak alami kulit, membuatnya kering dan rentan iritasi. Bahkan, penggunaan pembersih berbasis alkohol juga dapat mempercepat hilangnya kelembapan.

Solusinya, gunakan sabun lembut tanpa pewangi, air hangat bukan panas, dan selalu aplikasikan pelembap segera setelah mencuci tangan atau mandi agar kelembapan tetap terjaga.

3. Pengaruh Stres dan Kesehatan Emosional

Penelitian menunjukkan bahwa stres emosional menjadi salah satu pemicu paling sering dari kambuhnya eczema. Saat tubuh mengalami stres, kadar hormon kortisol meningkat dan memperburuk peradangan. Tak hanya itu, stres juga dapat memperburuk kualitas tidur dan memperlemah sistem imun, membuat kulit semakin sensitif.

Meskipun sulit dihindari, stres bisa dikelola melalui kebiasaan menenangkan seperti berjalan santai, mendengarkan musik, atau melakukan meditasi singkat setiap hari untuk menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran.

4. Cuaca, Kelembapan, dan Perubahan Musim

Eczema sering kali memburuk saat udara terlalu kering atau panas. Pergantian musim, suhu ruangan yang terlalu tinggi, dan penggunaan pendingin atau pemanas udara bisa membuat kulit kehilangan kelembapan dengan cepat.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore