Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 November 2025, 00.39 WIB

Alopecia Areata Bukan Kerontokan Rambut Biasa! Berikut Penjelasan dan Ciri-Cirinya

Ilustrasi Penderita Alopecia Areata. (Freepik) - Image

Ilustrasi Penderita Alopecia Areata. (Freepik)

JawaPos.com – Bayangkan ketika di pagi hari kamu sedang menyisir rambut, lama kelamaan malah timbul rontok dan jumlahnya semakin banyak. Lalu kamu berpikir mungkin hanya rontok biasa akibat sampo yang tidak cocok atau menyisir terlalu keras. Namun, siapa sangka hari-hari selanjutnya malah bertambah parah bahkan menuju kebotakan.

Situasi tersebut wajib dikhawatirkan karena bisa jadi merupakan Alopecia Areata, salah satu tanda penyakit autoimun yang menyerang folikel rambut hingga menyebabkan kebotakan berbentuk pitak. Dilansir dari Cleveland Clinic, "Alopecia" adalah istilah medis untuk kerontokan rambut atau kebotakan, sedang "areata" berarti kerontokan rambut terjadi di area kecil dan acak.

Primaya Hospital menyebutkan kondisi ini dapat terjadi pada siapa saja baik pria maupun wanita, anak-anak hingga dewasa. Penyakit ini juga tidak termasuk penyakit langka. Namun, kerontokan yang terjadi dapat mempengaruhi kepercayaan diri dan bahkan kesehatan mental penderitanya.

Karena itu, diperlukan pemahaman mengenai penyakit ini agar dapat mengatasinya dengan tepat. Akan tetapi sebelum itu berdasarkan tingkat keparahannya, alopecia areata terbagi menjadi tiga bentuk utama:

  • Alopecia Areata (biasa): kebotakan hanya di beberapa area kecil.
  • Alopecia Totalis: kebotakan seluruh rambut di kepala.
  • Alopecia Universalis: kebotakan terjadi di seluruh tubuh.

Dalam semua jenis alopecia areata, folikel rambut tetap hidup dan dapat memproduksi lagi rambut secara normal. Alodokter menyebutkan meskipun penyebab pasti penyakit ini belum sepenuhnya dipahami, para ahli menemukan bahwa ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risikonya.

Seseorang yang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi serupa atau memiliki penyakit autoimun cenderung lebih rentan mengalaminya. Hal ini menunjukkan adanya kaitan genetik dalam sistem kekebalan tubuh yang membuat folikel rambut lebih mudah diserang.

Selain itu dari faktor keturunan, kondisi genetik seperti down syndrome juga dikaitkan dengan meningkatnya kemungkinan munculnya alopecia areata. Beberapa gangguan kesehatan tertentu pun diketahui berperan, misalnya kekurangan vitamin D, asma, dermatitis atopik, lupus, vitiligo, serta gangguan pada kelenjar tiroid seperti penyakit Hashimoto dan Graves.

Beragam faktor tersebut membuat sistem imun tubuh menjadi lebih sensitif dan berpotensi menyerang jaringan sendiri termasuk folikel rambut yang akhirnya memicu kerontokan khas pada alopecia areata yaitu pitak.

Gejala Alopecia Areata

Alopecia areata umumnya ditandai oleh kerontokan rambut dalam pola khas dan perubahan pada kulit kepala atau kuku. Berikut gejala yang paling sering muncul:

1. Rambut rontok berbentuk bulat atau oval

Kebotakan biasanya muncul tiba-tiba di area tertentu, dengan bentuk menyerupai lingkaran kecil. Paling sering terjadi di kulit kepala, tetapi bisa juga di jenggot, alis, bulu mata, atau bagian tubuh lain.

2. Kulit kepala tampak halus di area yang botak

Rambut di sekitar area tersebut bisa tampak menipis atau mudah rontok saat disentuh. Namun, kulit kepala tetap terasa halus tanpa ada luka.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore