Ilustrasi ketika seseorang mengalami serangan asam urat. (Freepik)
JawaPos.com - Kesehatan sendi sering kali menjadi aspek tubuh yang kurang mendapat perhatian hingga akhirnya menimbulkan keluhan. Banyak orang baru menyadari pentingnya menjaga sendi setelah merasakan nyeri atau ketidaknyamanan yang tiba-tiba. Salah satu penyebab umum dari nyeri sendi mendadak adalah penumpukan kristal asam urat di dalam persendian, yang dapat menimbulkan rasa sakit hebat dan mengganggu aktivitas sehari-hari.
Asam urat adalah jenis peradangan sendi yang muncul akibat penumpukan kristal asam urat di dalam persendian. Zat ini merupakan hasil akhir dari proses pemecahan purin, senyawa alami yang terdapat dalam tubuh serta berbagai makanan.
Ketika kadar asam urat dalam darah meningkat terlalu tinggi (hiperurisemia), kristal tajam dapat terbentuk dan menumpuk di area sendi, menimbulkan rasa nyeri hebat. Kondisi ini umumnya lebih sering dialami oleh pria berusia di atas 40 tahun, meskipun wanita juga bisa mengalaminya, terutama setelah memasuki masa menopause.
Dilansir dari Mayo Clinic, serangan asam urat biasanya ditandai dengan nyeri sendi yang sangat hebat dan muncul secara tiba-tiba, paling sering menyerang jempol kaki. Walaupun begitu, nyeri ini juga dapat menyerang pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, dan jari-jari tangan.
Rasa nyeri yang paling parah biasanya terjadi dalam 4 hingga 12 jam pertama setelah serangan dimulai, dan intensitasnya sering kali membuat penderita kesulitan bahkan untuk menyentuh area yang terkena. Setelah nyeri hebat mereda, ketidaknyamanan pada sendi masih dapat berlangsung selama beberapa hari hingga beberapa minggu, dan serangan di kemudian hari cenderung berlangsung lebih lama serta memengaruhi lebih banyak sendi.
Baca Juga: 10 Makanan Pantangan Penderita Asam Urat yang Harus Dihindari agar Kadar Urat Tetap Terkontrol
Sendi yang terserang asam urat biasanya mengalami pembengkakan, terasa lunak saat disentuh, hangat, dan tampak kemerahan akibat respons tubuh terhadap penumpukan kristal asam urat.
Seiring waktu, kondisi ini dapat membuat penderitanya sulit menggerakkan sendi secara normal, sehingga aktivitas harian pun menjadi terbatas. Jika tidak ditangani dengan tepat, asam urat berisiko menyebabkan kerusakan sendi permanen hingga kecacatan yang dapat menurunkan kualitas hidup secara signifikan.
Karena itu, penanganan bagi penderita asam urat sangatlah penting. Perawatan tidak hanya bergantung pada obat-obatan, tetapi juga dipengaruhi oleh pola makan sehari-hari.
Kabar baiknya, penderita asam urat tidak perlu menjalani diet ketat atau menghindari seluruh makanan favorit, sebab ada banyak pilihan makanan lezat dan bergizi yang aman dikonsumsi bahkan dapat membantu menurunkan kadar asam urat secara alami. Berikut beberapa jenis makanan yang direkomendasikan untuk penderita asam urat.
1. Sayuran
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa semua jenis sayuran aman dikonsumsi oleh penderita asam urat, termasuk sayuran yang kaya purin seperti asparagus, bayam, dan kembang kol. Studi terkini membuktikan bahwa konsumsi sayuran tinggi purin tidak memengaruhi kadar asam urat dalam darah atau meningkatkan risiko serangan.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
