Logo JawaPos
Author avatar - Image
27 November 2025, 22.39 WIB

Dampak Demam pada Ibu Hamil dan Hubungannya dengan Risiko Autisme pada Anak

Ilustrasi ibu hamil yang sedang demam. (Freepik) - Image

Ilustrasi ibu hamil yang sedang demam. (Freepik)

JawaPos.Com - Tidak sedikit ibu hamil yang merasa cemas ketika mengalami demam, apalagi jika demam tersebut datang bersamaan dengan rasa lelah berlebihan atau gejala infeksi lainnya. 

Kekhawatiran semakin besar ketika mulai mendengar pendapat bahwa, demam saat hamil dapat memengaruhi perkembangan otak janin dan bahkan dikaitkan dengan risiko autisme pada anak. 

Di tengah banyaknya informasi yang beredar, penting bagi para calon ibu untuk memahami fakta medis secara menyeluruh, agar tidak salah langkah, tidak panik berlebihan, dan tetap bisa menjaga kesehatan diri serta kandungan.

Dilansir dari Time.com, inilah penjelasan medis mengenai risiko demam pada ibu hamil yang bisa menyebabkan autisme pada anak dan cara mengatasinya.

1. Mengapa Demam Saat Hamil Perlu Diperhatikan?

Demam adalah reaksi alami tubuh ketika menghadapi infeksi atau peradangan. Pada kondisi normal, demam membantu tubuh melawan patogen. 

Namun, saat tubuh sedang mengandung, setiap perubahan suhu tubuh dapat membawa dampak yang berbeda, terutama jika demam cukup tinggi atau berlangsung terlalu lama.

Pada kehamilan, peningkatan suhu tubuh yang signifikan dikhawatirkan dapat memengaruhi perkembangan organ janin, termasuk otak. 

Itulah sebabnya dokter sering menyarankan ibu hamil untuk tidak mengabaikan demam dan segera memantau kondisinya.

2. Apa yang Terjadi pada Janin Jika Ibu Mengalami Demam Tinggi?

Perkembangan janin berlangsung cepat, terutama pada trimester pertama dan kedua. 

Saat suhu tubuh ibu meningkat cukup tinggi, proses yang sedang berlangsung di dalam tubuh janin bisa ikut terpengaruh.

Demam tinggi yang berhubungan dengan infeksi tertentu dapat menimbulkan respons inflamasi di tubuh ibu. 

Respon inflamasi inilah yang terkadang dikaitkan dengan gangguan perkembangan saraf janin. 

Peradangan yang tidak terkendali dianggap dapat memengaruhi proses pembentukan jaringan otak, meskipun mekanismenya masih diteliti lebih dalam.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore