Logo JawaPos
Author avatar - Image
28 November 2025, 04.11 WIB

Obesitas Beresiko Pengaruhi Jantung Hingga Pernapasan, Perbaiki Gaya Hidup dengan Langkah Sederhana Menurut Dokter Gizi

Ilustrasi Obesitas - Image

Ilustrasi Obesitas

JawaPos.com – Obesitas menjadi ancaman masyarakat Indonesia di tengah kesibukan yang terkadang menggiring pada pola atau gaya hidup tak sehat. Obesita sbukan sekadar kelebihan berat badan, tapi juga memengaruhi kesehatan pada organ tubuh lainnya.

Diungkapkan dokter spesialis gizi klinik dr. M. Ingrid Budiman, Sp.GK, AIFO-K, obesitas yang terjadi karena adanya penumpukan lemak berlebih bisa mengganggu fungsi tubuh. Pasalnya, obesitas bisa mempengaruhi jantung, pernapasan, kadar gula darah, bahkan kualitas tidur. Sehingga bukan hal sepele.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 menunjukkan, jumlah orang yang mengalami obesitas terus meningkat. Jika dilihat dalam lima tahun terakhir, kasus Obesitas dewasa naik menjadi 23,4 persen. Sedangkan obesitas di area perut (lemak perut) naik dari 31 persen menjadi 36,8 persen.

Dokter Inggrid mengungkapkan, terkait obesitas perut atau lemak perut ini perlu diwaspadai kareka lebih berbahaya. Sebab bisa memicu diabetes, tekanan darah tinggi, sakit jantung, stroke, gangguan pernapasan seperti mendengkur dan sleep apnea hingga beberapa jenis kanker.

Bahkan, lingkar perut >90 cm pada laki-laki dan >80 cm pada perempuan menjadi indikator bahwa risiko sudah meningkat.

Untuk itu, ada beberapa langkah sederhana namun efektif yang mencegah obesitas selain diet. Langkah ini merupakan gaya hidup sehat yang meliputi pola makan dan olahraga.

Pastikan makan teratur dengan porsi sesuai kebutuhan. Jangan lupa perbanyak sayur dan serat untuk rasa kenyang lebih lama. Lalu batasi makanan dan minuman manis.

Hal penting tapi kurang disadari masyarakat adalah mengunyah makanan minimal 32 kali. Penggunaan garam pun perlu dibatasi hanya 1 sendok teh per hari.

Baca pula nutrition facts sebelum membeli produk kemasan, Olahraga minimal 150 menit per minggu (jalan cepat, bersepeda, senam), dan Tambahkan latihan kekuatan otot 2–3 kali seminggu

“Perubahan kecil yang konsisten jauh lebih efektif daripada perubahan besar yang tidak bertahan lama,” ujar dr. Ingrid.

Dalam komitmen meningkatkan kesehatan masyarakat, ujar dr. Ingrid, Bethsaida Hospital Gading Serpong kini menyediakan Klinik Gizi yang menangani berbagai permasalahan gizi, mulai dari obesitas, gizi kurang, kolesterol, diabetes, penyakit metabolik, hingga edukasi pola makan untuk anak, dewasa, ibu hamil, serta pasien dengan kondisi medis khusus.

“Kami percaya bahwa pengaturan gizi yang tepat memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat,” tutup dr. Pitono, diektur Bethsaida Hospital Gading Serpong.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore