Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 Desember 2025, 20.23 WIB

Edamame: Camilan Jepang yang Sedang Naik Daun dengan Segudang Manfaat Kesehatan

Edamame. (Freepik) - Image

Edamame. (Freepik)

JawaPos.com – Siapa di sini yang tak kenal edamame? Kacang kedelai muda yang sering muncul sebagai camilan khas Jepang atau teman makan sushi dan salad di restoran. Namun lebih dari itu, edamame bukan hanya sekadar pelengkap makanan atau hiasan di atas piring. Di balik warnanya yang hijau cerah, tersimpan kaya protein, serat, vitamin, mineral, dan antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh.

Kandungan nutrisi yang padat tersebut tentu dapat dinikmati setiap kalangan dari anak-anak hingga orang dewasa. Selain itu, edamame memiliki karakteristik rasa yang ringan dan sedikit manis. Cara konsumsinya juga sangat fleksibel, bisa dimakan langsung setelah direbus, dicampurkan ke salad, atau ditambahkan ke tumisan bersama bahan lainnya.

Tak heran jika banyak orang mulai menaruh perhatian lebih pada edamame sebagai pilihan makanan sehat yang praktis. Dengan meningkatnya tren hidup sehat dan kesadaran akan pentingnya asupan protein nabati, edamame muncul sebagai opsi “superfood” sederhana yang bisa mendukung kesehatan tubuh. Berikut manfaat selengkapnya.

1. Berpotensi Menurunkan Risiko Kanker

Edamame mengandung senyawa yang disebut isoflavon, yang memiliki struktur mirip hormon estrogen. Dilansir dari Healthline, isoflavon dapat berinteraksi secara lemah dengan reseptor estrogen di tubuh, dan beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kedelai dan isoflavon secara rutin mungkin membantu menurunkan risiko kanker payudara, terutama bila dikonsumsi sejak usia muda dan menjadi bagian dari pola makan jangka panjang.

Selain itu, menurut WebMD, studi juga menemukan bahwa orang yang mengonsumsi makanan berbasis kedelai sepanjang hidup mereka, atau rutin mengonsumsi satu hingga dua porsi kedelai utuh per hari, cenderung memiliki risiko lebih rendah terhadap kanker payudara. Namun, WebMD menekankan bahwa hasil penelitian tidak sepenuhnya seragam, dan dibutuhkan penelitian jangka panjang lebih lanjut untuk memastikan efek ini.

Dengan kata lain, edamame bisa menjadi bagian dari pola makan sehat untuk mendukung kesehatan jangka panjang, termasuk potensi pencegahan kanker, selama dikonsumsi secara seimbang.

2. Mengurangi Gejala Menopause

Halodoc menyebutkan ketika memasuki usia lanjut, wanita akan mengalami masa akhir dari menstruasi, yaitu menopause, yang biasanya disertai gejala seperti perubahan suasana hati, berkeringat berlebih, suhu tubuh lebih panas dan perubahan berat badan.

Dilansir dari Healthline, beberapa penelitian, termasuk studi tahun 2021 dan meta-analisis 2019, menunjukkan bahwa kedelai dan isoflavon yang terkandung dalam edamame dapat sedikit mengurangi gejala-gejala tersebut selama menopause.

WebMD juga menambahkan bahwa isoflavon dalam edamame memiliki efek yang mirip dengan estrogen, sehingga dapat membantu menurunkan intensitas perubahan mood selama masa menopause. Namun, manfaat ini lebih terasa pada wanita yang memiliki jenis bakteri usus tertentu yang mampu mengubah isoflavon menjadi equol, senyawa yang dipercaya bertanggung jawab atas banyak efek kesehatan dari kedelai.

3. Menjaga Kesehatan Jantung dan Kadar Kolesterol

Tingkat kolesterol LDL yang tinggi, atau yang dikenal sebagai “kolesterol jahat”, dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes tipe 2. Dilansir dari Healthline, penelitian tahun 2019 menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi rata-rata 25 gram protein kedelai per hari mengalami penurunan kolesterol LDL sekitar 3%–4%.

Edamame, sebagai sumber protein kedelai yang baik, juga kaya akan serat, antioksidan, dan vitamin K, yang semuanya dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung dan memperbaiki profil lipid darah.

Selain itu menurut WebMD, serat dalam edamame membantu menahan penyerapan kolesterol “jahat” oleh tubuh, sehingga membantu menjaga kadar kolesterol tetap sehat. Satu cangkir edamame mengandung sekitar 8 gram serat, yang juga membantu mencukupi kebutuhan serat harian yang direkomendasikan para ahli, yaitu sekitar 34 gram per hari.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore