
Ilustrasi Termometer Pengukur Panas. (Freepik)
JawaPos.com – Pernah nggak, tubuhmu tiba-tiba terasa panas? Awalnya cuma meriang sedikit, tapi beberapa jam kemudian muncul gejala tambahan. Kepala mulai berat, kulit panas, dan badan rasanya lebih enak rebahan. Kondisi tersebut bisa jadi gejala demam. Demam adalah kondisi yang sangat umum dan bisa dialami siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
Meski sering dianggap mengkhawatirkan, demam sebenarnya adalah cara tubuh melawan infeksi baik dari virus, bakteri, maupun peradangan tertentu. Namun begitu seseorang demam, banyak orang langsung melakukan apa saja agar suhu tubuh cepat turun. Mulai dari selimutan rapat, makan obat penurun panas berkali-kali, sampai kompres seadanya. Masalahnya, sebagian kebiasaan atau langkah yang kita anggap “pertolongan pertama” itu ternyata bukan cuma kurang tepat, tapi berpotensi memperburuk kondisi tubuh.
Jika salah penanganan, demam bisa makin lama turun atau membuat tubuh terasa makin tidak nyaman. Oleh karena itu, penting untuk memahami mana tindakan yang tepat dan mana yang keliru serta langkah apa yang justru harus dilakukan agar tubuh pulih lebih cepat. Berikut tiga kesalahan paling sering dilakukan saat menghadapi demam, lengkap dengan cara penanganan yang benar dan aman.
3 Kesalahan Pertolongan Pertama saat Demam yang Harus Dihindari
1. Menutup tubuh terlalu rapat hingga berkeringat banyak
Banyak orang mengira demam bisa “dikeluarkan” lewat keringat. Akhirnya, tubuh dibungkus selimut tebal, jaket, hingga kaus kaki berlapis. Padahal, ini justru membuat suhu tubuh bertambah panas karena panas terperangkap di dalam, bukan keluar. Akibatnya, demam malah lebih sulit turun dan tubuh makin lemas.
2. Mengompres dengan air dingin atau es batu
Kompres es memang terasa menyejukkan di kulit, tapi sangat tidak dianjurkan saat demam. Air yang terlalu dingin berpotensi untuk menyebabkan pembuluh darah kulit menyempit sehingga panas tubuh tidak bisa keluar. Bahkan pada beberapa kasus, kompres es dapat memicu menggigil yang justru menaikkan suhu tubuh lebih tinggi.
3. Langsung minum obat penurun panas meski demam masih ringan
Banyak orang mengonsumsi obat terlalu cepat padahal masih dalam kondisi yang belum terlalu butuh. Demam ringan (sekitar 37,5–38°C) sering kali tidak membutuhkan obat dan bisa turun dengan istirahat dan hidrasi yang cukup. Mengonsumsi obat terlalu dini atau terlalu sering bisa membuat tubuh sulit memberi sinyal alami saat kondisi memburuk.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Meskipun sebagian besar demam bisa ditangani di rumah, ada kondisi tertentu yang tidak boleh diabaikan. Medical News Today dan Alodokter menyarankan jangan menunda untuk ke rumah sakit atau IGD terdekat jika demam disertai salah satu tanda berikut, yakni suhu tubuh mencapai ≥39°C (105°F), demam tidak turun meski sudah minum obat penurun panas, atau demam berlangsung lebih dari 3 hari.
Selain itu, segera periksa ke dokter bila demam muncul setelah kontak dengan orang yang sakit menular, disertai ruam, nyeri atau bengkak hebat di bagian tubuh tertentu, atau terjadi pada ibu hamil trimester pertama. Tindakan cepat pada kondisi ini penting untuk mencegah komplikasi serius dan memastikan penanganan yang tepat.
Lantas, bagaimanakah pertolongan atau langkah sederhana yang tepat untuk dilakukan ketika demam hinggap pada tubuh?
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
