ilustrasi orang yang merasa stres. Sumber foto: Freepik
JawaPos.com - Kanker adalah penyakit kompleks yang dipengaruhi oleh campuran faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup.
Meskipun beberapa risiko berada di luar kendali, banyak kebiasaan yang diam-diam meningkatkan peluang terkena kanker seiring waktu.
Beberapa kebiasaan ini sering dianggap tidak berbahaya namun secara bertahap dapat meningkatkan risiko kanker di kemudian hari.
Dengan memahami kebiasaan tersebut, nantinya Anda bisa membuat pilihan yang lebih baik demi kesehatan jangka panjang.
Dilansir English jagran, berikut enam kebiasaan yang secara diam-diam dapat meningkatkan risiko kanker.
Duduk dalam waktu lama dan kurangnya olahraga tidak hanya dapat menyebabkan obesitas, tetapi juga peradangan ringan dan perubahan profil hormonal.
Hal ini pada gilirannya menciptakan lingkungan biologis yang mendukung inisiasi dan perkembangan kanker.
Baca Juga: Timnas Voli Putri Indonesia Bekuk Malaysia di SEA Games 2025, Syelomitha Avrilaviza Tampil Gemilang
Kurang tidur atau tidur yang tidak teratur merupakan salah satu penyebab penurunan produksi melatonin.
Melatonin adalah hormon dengan efek antikanker dan perlindungan.
Pola tidur-bangun yang terganggu mengakibatkan sistem kekebalan tubuh yang terganggu sehingga regulasi berkurang dan sel-sel ganas lebih leluasa berkembang biak.
Stres yang berkepanjangan berdampak pada kortisol serta kekuatan sistem kekebalan tubuh.
