Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Desember 2025, 00.14 WIB

Meski Punya Banyak Manfaat, Inilah 5 Tipe Orang yang Tidak Boleh Mengonsumsi Chia Seed

ilustrasi chia seed. (freepik) - Image

ilustrasi chia seed. (freepik)

JawaPos.com – Chia seed dianggap sebagai salah satu makanan super populer yang menyehatkan karena kandungan serat yang tinggi, asam lemak omega-3, dan antioksidan.

Fleksibilitasnya menjadikannya salah satu tambahan favorit untuk makanan karena berbagai manfaat kesehatan, termasuk pencernaan, kesehatan jantung, dan tingkat energi yang berkelanjutan.

Meskipun menawarkan banyak manfaat, chia seed tidak cocok untuk semua orang.

Walau aman untuk dimakan, beberapa kelompok orang harus membatasi konsumsi chia seed karena dapat menyebabkan masalah kesehatan yang merugikan.

Dilansir English jagran, berikut lima tipe orang yang sebaiknya tidak mengonsumsi chia seed.

  1. Masalah pencernaan dan usus

Orang yang memiliki masalah pencernaan dan usus seperti kembung, IBS, atau sembelit kronis sebaiknya menghindari chia seed karena dapat memperburuk ketidaknyamanan tersebut.

Chia seed akan mengembang di perut, yang dapat menyebabkan kram dan rasa bergas.

  1. Obat pengencer darah

Orang yang mengonsumsi obat pengencer darah sebaiknya menghindari biji chia karena kandungan omega-3 yang tinggi, di mana dapat meningkatkan risiko pendarahan.

  1. Menurunkan tekanan darah

Mereka yang memiliki tekanan darah rendah secara alami sebaiknya menghindari chia seed, yang kaya akan asam alfa-linolenat dan kalium, di mana bisa menyebabkan tekanan darah mereka turun lebih jauh.

Dalam kasus seperti itu, orang mungkin merasa pusing atau lemas.

  1. Pasien ginjal

Siapa pun yang mengidap penyakit ginjal atau penurunan fungsi ginjal sebaiknya menghindari chia seed yang kaya akan kalium atau fosfor untuk mencegah komplikasi kesehatan tambahan.

  1. Alergi biji mustard, biji wijen, atau biji rami

Orang yang alergi terhadap biji wijen, biji mustard, atau biji rami sebaiknya menghindari chia seed karena ada kemungkinan kecil terjadinya reaksi silang.

Gejala yang mungkin dialami antara lain kemerahan, gatal, atau kesulitan bernapas.

***

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore