
Ilustrasi seorang pria yang mengalami kerontokan pada rambutnya di bagian depan (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Kerontokan rambut adalah kondisi ketika jumlah rambut yang rontok melebihi batas normal, yaitu lebih dari 50-100 helai per hari. Pada dasarnya, rambut mengalami siklus tumbuh, istirahat, dan rontok yang alami.
Namun ketika siklus ini terganggu, jumlah rambut yang rontok dapat meningkat dan menyebabkan penipisan rambut hingga kebotakan pada area tertentu. Oleh sebab itu, sebagian orang mulai khawatir jika kerontokan rambut mulai terlihat berlebihan dan terus-menerus.
Penyebab Kerontokan Rambut
Kondisi ini dapat dipicu oleh berbagai faktor seperti ketidakseimbangan hormon, kekurangan nutrisi penting, penggunaan obat-obatan tertentu, atau kondisi medis lainnya. Belakangan ini, terdapat salah satu faktor penyebab rambut rontok yang mencuat yaitu hormon DHT.
Dihydrotestosterone (DHT) adalah hormon androgen yang berperan dalam membentuk ciri khas laki-laki seperti tumbuhnya rambut di dada, perubahan suara menjadi lebih berat, dan peningkatan massa otot. Hormon ini terbentuk ketika testosteron diubah menjadi DHT melalui bantuan enzim tertentu.
Dikutip dari Hello Sehat, sekitar 10% testosteron pada pria maupun wanita dikonversi menjadi DHT dan selama masa pubertas jumlah ini dapat terus meningkat. Dibandingkan testosteron, DHT memiliki efek biologis yang lebih kuat untuk mendukung perubahan fisik yang terjadi.
Pengaruh Hormon DHT terhadap Pertumbuhan Rambut
Sebuah studi menunjukkan bahwa folikel rambut pada area yang mengalami kebotakan, memiliki kadar DHT lebih tinggi dibandingkan area yang masih berambut. Beberapa ahli berpendapat bahwa pola kebotakan pada pria dapat terjadi karena adanya sensitivitas terhadap kadar hormon DHT.
Meskipun kadar DHT pada wanita jauh lebih rendah dibandingkan pria, hormon ini tetap dapat memicu kerontokan rambut pada sebagian wanita yang sensitivitasnya lebih tinggi terhadap DHT. Dengan kata lain, kadar DHT yang berada dalam kisaran normal pun bisa berdampak signifikan pada pertumbuhan rambut wanita.
Ketidakseimbangan kadar hormon DHT pada pria maupun wanita, dapat meningkatkan risiko kebotakan. Sama seperti hormon lainnya, hormon DHT akan bekerja optimal ketika kadarnya berada dalam kondisi seimbang.
Cara Menangani Kerontokan Rambut akibat Hormon DHT
Penanganan rambut yang rontok akibat kelebihan hormon DHT biasanya membutuhkan obat yang berfungsi sebagai DHT blocker. Dikutip dari Alodokter, finasteride dan minoxidil merupakan dua obat yang umum digunakan untuk menangani kerontokan rambut.
Finasteride bekerja dengan menghambat enzim 5AR yang berperan dalam pembentukan DHT, sementara minoxidil berfungsi sebagai vasodilator yang membantu melancarkan aliran darah ke folikel rambut. Sebelum menggunakan obat-obatan ini, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.
Selain perawatan menggunakan obat, beberapa jenis makanan seperti kacang almond, pisang, kuning telur, wortel, biji-bijian, mangga, dan kerang diketahui dapat membantu menurunkan pembentukan DHT. Namun, efektivitas makanan tersebut dalam mencegah kerontokan rambut masih memerlukan bukti ilmiah yang lebih kuat.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
