
Ilustrasi: Padel semakin berkembang pesat di Indonesia. (Istimewa)
JawaPos.com - Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gaya hidup aktif dan kesehatan jangka panjang kian menguat. Pola ini tercermin dari meningkatnya partisipasi olahraga dan aktivitas fisik sepanjang 2025, seiring makin luasnya pemanfaatan data kebugaran untuk memantau kondisi tubuh secara lebih terukur.
Laporan Garmin Connect Data Report 2025 mencatat total aktivitas pengguna secara global meningkat sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini menandakan olahraga tidak lagi dipandang sekadar aktivitas musiman, melainkan telah menjadi bagian dari rutinitas harian banyak orang.
Tren tersebut juga terlihat di Indonesia. Data menunjukkan masyarakat semakin konsisten bergerak, baik melalui olahraga populer seperti lari dan jalan kaki, maupun melalui latihan yang berfokus pada kekuatan dan kebugaran jangka panjang.
Lari Masih Dominan, Latihan Kekuatan Kian Diminati
Lari dan jalan kaki masih menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia. Namun, yang menarik, latihan kekuatan (strength training) mencatat pertumbuhan signifikan dan masuk tiga besar olahraga terpopuler sepanjang 2025.
Secara global, aktivitas strength training tumbuh 29 persen, menandai empat tahun berturut-turut pertumbuhan di atas 20 persen. Di kawasan Asia, peningkatannya mencapai 27 persen, bahkan untuk pertama kalinya menyalip popularitas bersepeda.
Indonesia mencatat lonjakan lebih tinggi, dengan pertumbuhan latihan kekuatan mencapai 65 persen.
Pola ini menunjukkan pergeseran cara pandang masyarakat terhadap olahraga. Jika sebelumnya aktivitas fisik identik dengan kardio untuk menurunkan berat badan, kini semakin banyak orang berfokus membangun kekuatan tubuh sebagai fondasi kesehatan jangka panjang.
Aktivitas Harian Lebih Konsisten, Langkah Kaki Terus Bertambah
Kesadaran hidup aktif juga tercermin dari aktivitas harian. Lebih dari setengah pengguna Garmin di seluruh dunia mencatat rata-rata di atas 8.000 langkah per hari, sementara hampir sepertiganya melampaui angka 10.000 langkah.
Di Indonesia, rata-rata langkah harian tercatat 5.818 langkah, meningkat sekitar 8,24 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski masih di bawah sejumlah negara lain, tren kenaikan ini mengindikasikan semakin banyak masyarakat yang berupaya menjaga aktivitas fisik di tengah rutinitas harian.
Padel Mencuat, Olahraga Sosial Kian Populer
Selain olahraga konvensional, laporan tersebut juga menangkap munculnya kebiasaan baru. Padel menjadi salah satu olahraga dengan pertumbuhan tercepat di Indonesia, mencatat lonjakan aktivitas hingga 1.684 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Disusul oleh track running dan tenis yang juga mengalami peningkatan signifikan.
Popularitas padel menunjukkan bahwa olahraga sosial dan berbasis komunitas semakin diminati, terutama di kawasan perkotaan. Selain menyehatkan, jenis olahraga ini menawarkan aspek rekreasi dan interaksi sosial yang kuat.
Olahraga dan Kesehatan Mental Semakin Terkait
Data Garmin Connect juga menggarisbawahi hubungan erat antara aktivitas fisik dan kesehatan mental. Secara global, perempuan tercatat memiliki tingkat stres sedikit lebih rendah dibandingkan laki-laki. Indonesia sendiri mencatat tingkat stres relatif tinggi, meski masih diimbangi dengan tren aktivitas fisik yang meningkat.
