
Ilustrasi menahan buang air kecil (Dok. Freepik)
JawaPos.com – Di tengah aktivitas yang padat, kebiasaan menunda buang air kecil sering kali dianggap hal sepele. Banyak orang memilih mengabaikan hal tersebut dan merasa masih kuat menahan karena sedang bekerja, rapat, perjalanan jauh, atau sesederhana dikalahkan rasa malas bolak-balik ke kamar mandi. Padahal, dorongan untuk buang air kecil sebenarnya adalah sinyal alami tubuh bahwa kandung kemih sudah penuh dan perlu segera dikosongkan.
Sayangnya, kebiasaan menahan buang air kecil ini kerap dilakukan berulang tanpa disadari bahkan parahnya berubah menjadi kebiasaan sehari-hari. Faktanya, kandung kemih yang terus dipaksa menampung urine dalam waktu lama saat kita menahan nantinya bisa mengalami tekanan berlebih dan tidak bekerja secara optimal. Hal itu yang menjadi pemicu utama berbagai gangguan kesehatan, mulai dari rasa tidak nyaman hingga risiko penyakit yang lebih serius.
Sejumlah sumber medis, seperti Alodokter, Healthline, dan Siloam Hospitals juga menyebutkan bahwa sering menahan buang air kecil bukan hanya berdampak pada kandung kemih, tetapi juga dapat meningkatkan risiko infeksi, pembentukan batu, hingga gangguan pada ginjal. Oleh karena itu, penting untuk memahami apa saja dampak yang bisa muncul akibat kebiasaan ini agar kita lebih peduli terhadap sinyal yang diberikan tubuh. Berikut penjelasan selengkapnya.
Seberapa Sering Frekuensi Buang Air Kecil yang Normal?
Frekuensi buang air kecil setiap orang bisa berbeda-beda. Hal ini sangat dipengaruhi oleh usia, ukuran kandung kemih, serta jumlah cairan yang dikonsumsi setiap harinya. Semakin banyak minum, umumnya semakin sering pula keinginan untuk buang air kecil muncul.
Pada bayi dan anak-anak, kandung kemih masih berukuran kecil sehingga mereka perlu mengosongkannya lebih sering. Bayi biasanya menghasilkan sekitar enam hingga delapan popok basah dalam sehari, bahkan bisa lebih. Sementara itu, balita cenderung buang air kecil lebih sering, terutama saat masa latihan toilet, di mana frekuensinya bisa mencapai 10 kali atau lebih dalam sehari.
Memasuki usia dewasa, frekuensi buang air kecil rata-rata berkisar antara enam hingga tujuh kali per hari. Meski demikian, buang air kecil sebanyak empat kali hingga sepuluh kali sehari masih tergolong normal, selama tidak disertai keluhan seperti nyeri, rasa tidak tuntas,
Dampak Sering Menahan Buang Air Kecil
1. Nyeri dan Ketidaknyamanan pada Kandung Kemih
Salah satu dampak yang paling sering terjadi akibat menahan buang air kecil adalah munculnya rasa tidak nyaman hingga nyeri pada area kandung kemih. Kondisi ini disebabkan oleh keterbatasan kandung kemih dalam menampung urine. Ketika buang air kecil terus ditunda, urine akan menumpuk dan membuat kandung kemih meregang melebihi kapasitas normalnya.
Peregangan inilah yang kemudian memicu rasa nyeri. Jika kebiasaan menahan pipis dilakukan secara terus-menerus dalam jangka panjang, kandung kemih berisiko menjadi longgar permanen dan kehilangan kemampuan berkontraksi dengan baik. Akibatnya, penderitanya bisa mengalami kesulitan saat buang air kecil, bahkan pada kondisi tertentu tidak mampu mengeluarkan urine secara normal. Dalam kasus yang lebih serius, kondisi ini dapat memerlukan tindakan medis, seperti pemasangan kateter, untuk membantu mengeluarkan urine dari kandung kemih.
2. Memicu Terbentuknya Batu Kandung Kemih
Kebiasaan menahan buang air kecil dapat membuat proses berkemih menjadi tidak tuntas sehingga masih ada sisa urine yang tertahan di dalam kandung kemih. Jika kondisi ini terjadi berulang dan berlangsung dalam jangka panjang, endapan urine tersebut berisiko memicu terbentuknya batu kandung kemih.
Batu kandung kemih dapat menimbulkan berbagai keluhan, seperti rasa nyeri atau perih saat buang air kecil, nyeri pada perut bagian bawah, hingga munculnya darah dalam urine. Selain itu, kondisi ini juga bisa membuat penderitanya merasa kesulitan untuk mengosongkan kandung kemih secara normal.
3. Meningkatkan Risiko Infeksi Saluran Kemih (ISK)
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
