
Ilustrasi susu kemasan.
JawaPos.com – Nestlé Indonesia membuka layanan pengembalian bagi konsumen yang memiliki produk susu formula Wyeth S-26 Promil Gold pHPro 1 dari batch tertentu yang kini sudah ditarik secara sukarela. Konsumen diminta segera menghubungi layanan resmi Nestlé untuk mendapatkan panduan penanganan dan pengembalian produk.
Langkah penarikan ini dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian, meskipun hasil pengujian menunjukkan produk yang beredar di Indonesia tidak terdeteksi mengandung toksin cereulide. Penarikan dilakukan seiring dengan penghentian sementara distribusi dan impor dua batch produk impor dari Swiss.
Nestlé Indonesia menegaskan bahwa hanya dua batch yang berpotensi terdampak, yakni Wyeth S-26 Promil Gold pHPro 1 untuk bayi usia 0–6 bulan dengan nomor batch 51530017C2 dan 51540017A1. Di luar itu, seluruh produk Nestlé yang dipasarkan di Indonesia dipastikan aman untuk dikonsumsi.
Bagi konsumen yang memiliki produk dari batch terdampak, Nestlé meminta agar segera menghubungi layanan konsumen resmi untuk proses pengembalian.
“Konsumen yang memiliki Wyeth S-26 Promil Gold pHPro dari batch terdampak dapat menghubungi Nestlé Consumer Services di 0800 182 1028 atau melalui email nestle.indonesia@id.nestle.com,” tulis Nestlé di akun Instagram resminya, dikutip Kamis (15/1).
Nestlé Indonesia menegaskan bahwa fasilitas produksi di Indonesia tidak terdampak oleh isu tercemarnya susu formula oleh toksin cereulide.
"Seluruh produk yang diproduksi di Indonesia tetap aman untuk dikonsumsi," ucapnya.
Perusahaan juga memastikan produk impor yang beredar di Tanah Air telah memenuhi standar keamanan pangan nasional dan internasional melalui pengujian menyeluruh.
“Produk impor yang dijual oleh Nestlé Indonesia tetap memenuhi seluruh persyaratan keamanan pangan dan mutu, dan hal ini telah dikonfirmasi melalui pengujian yang komprehensif,” lanjut pernyataan tersebut.
Terkait dua batch yang ditarik, Nestlé menyebutkan bahwa pengujian dilakukan menggunakan metode paling akurat dan hasilnya menunjukkan tidak adanya cemaran berbahaya.
“Kedua batch ini telah diuji menggunakan metode pengujian paling akurat dan hasilnya memastikan bahwa cereulide tidak terdeteksi,” tulis Nestlé.
Namun sebagai tindak lanjut dan sejalan dengan pernyataan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada 14 Januari 2026, Nestlé Indonesia menghentikan distribusi serta melakukan penarikan produk secara sukarela di bawah pengawasan BPOM.
“Nestlé Indonesia telah menghentikan distribusi serta melakukan penarikan produk secara sukarela terhadap dua batch tersebut di bawah pengawasan BPOM,” tegas perusahaan.
Nestlé Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menjaga standar mutu dan keamanan pangan tertinggi, serta memberikan informasi yang transparan kepada orang tua dan masyarakat.
“Nestlé Indonesia tetap berkomitmen pada standar mutu dan keamanan pangan tertinggi serta menyediakan informasi yang jelas dan transparan kepada orang tua dan masyarakat luas,” pungkasnya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
