Jajaran pengurus Forum Organisasi Profesi Kedokteran dan Kesehatan Indonesia (FOPKKI) berfoto bersama usai deklarasi pembentukan organisasi tersebut. (Istimewa)
JawaPos.com-Forum Organisasi Profesi Kedokteran dan Kesehatan Indonesia (FOPKKI) resmi terbentuk sebagai rumah besar wadah koordinasi dan komunikasi nasional yang menghimpun organisasi profesi kedokteran dan kesehatan di Indonesia.
Pembentukan forum ini sekaligus menegaskan dukungan terhadap Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 182/PUU-XXII/2024.
Wakil Ketua Presidium FOPKKI, Prof. dr. Deby Vinski, MSc, PhD, menegaskan forum ini dirancang sebagai ruang dialog bersama yang inklusif dan setara. “FOPKKI hadir sebagai rumah besar yang mengedepankan dialog kolegial dan independensi keilmuan,” ujarnya.
FOPKKI dibentuk sebagai forum yang bersifat non-regulator dan non-eksekutorial, dengan fungsi utama memfasilitasi pertukaran pandangan, penyelarasan sikap strategis, serta penguatan kerja sama lintas organisasi profesi yang sah secara hukum. “Forum ini tidak mengambil alih kewenangan organisasi profesi mana pun,” kata Prof. Deby.
Menurutnya, pembentukan FOPKKI merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola profesi kesehatan yang sehat, berimbang, dan selaras dengan prinsip konstitusional. “Kami menghormati kebebasan berserikat dan kemandirian setiap organisasi profesi,” ucapnya.
Dalam posisinya, FOPKKI juga diproyeksikan menjadi mitra dialog strategis negara dalam peningkatan mutu pelayanan kesehatan nasional. “Tujuan akhirnya tetap satu, yaitu kepentingan publik dan keselamatan pasien,” ujar Prof. Deby.
Secara visi, FOPKKI menargetkan terwujudnya forum koordinasi nasional organisasi profesi kedokteran dan kesehatan yang inklusif, independen secara keilmuan, kolegial, dan profesional. Forum ini juga diharapkan mampu mendorong penguatan etika dan profesionalisme melalui pertukaran gagasan serta kegiatan ilmiah lintas profesi.
Selain itu, FOPKKI menegaskan komitmennya untuk menjaga objektivitas keilmuan dengan menghormati peran kolegium sebagai penentu standar kompetensi profesi. “Independensi ilmiah adalah fondasi utama profesionalisme,” kata Prof. Deby.
Dalam menjalankan perannya, FOPKKI akan bermitra secara konstitusional dan proporsional dengan Pemerintah, Konsil Kesehatan Indonesia, serta pemangku kepentingan lainnya. Forum ini juga menjunjung tinggi prinsip transparansi, akuntabilitas, kolegialitas, serta bebas dari konflik kepentingan.
Adapun susunan Koordinator FOPKKI terdiri atas Ketua Presidium Brigjen TNI (Purn) dr. Jajang Edi Priyatno, Sp.B., MARS, dengan jajaran Wakil Ketua Presidium antara lain Brigjen Pol. (Purn) apt. Drs. Mufti Djusnir, M.Si., Prof. dr. Deby Vinski, MSc, PhD, serta Iwan Effendi, S.Kep., Ns., SH.
Melalui ajakan terbuka, FOPKKI mengundang seluruh organisasi profesi kedokteran dan kesehatan di Indonesia untuk bergabung secara sukarela. “Rumah besar ini terbuka bagi semua organisasi profesi yang ingin berkontribusi bagi sistem kesehatan nasional yang bermutu dan berkeadilan,” urai Prof. Deby. (*)

Jadwal Imsakiyah Ramadhan Hari Ini, 2 Maret 2026 untuk Surabaya dan Sekitarnya
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
