Ilustrasi Jepang yang makin ramah terhadap kripto. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)
JawaPos.com – Jepang resmi meluncurkan JPYC, stablecoin pertama yang dipatok 1:1 terhadap yen Jepang, pada Senin (27/10). Mata uang digital ini diterbitkan oleh JPYC Co., Ltd. dan dapat ditebus langsung dalam yen melalui platform JPYC EX.
Dikutip dari News.Bitcoin, peluncuran ini menjadi tonggak baru bagi ekosistem keuangan digital Jepang, yang selama ini berhati-hati terhadap stablecoin. JPYC menjadi stablecoin yen pertama yang diatur sepenuhnya di bawah Undang-Undang Layanan Pembayaran Jepang (Payment Services Act).
JPYC mulai beroperasi setelah perusahaan penerbitnya terdaftar sebagai penyedia layanan transfer dana pada 18 Agustus 2025. Stablecoin ini bisa ditukarkan secara penuh 1 JPYC = 1 yen Jepang, serta didukung oleh cadangan 100% lebih dalam bentuk deposito yen dan obligasi pemerintah Jepang.
Dengan sistem dukungan penuh ini, JPYC menawarkan stabilitas tinggi sekaligus biaya transaksi rendah. Transaksi dapat dilakukan langsung di blockchain dengan kecepatan hampir instan, menjadikannya alat pembayaran digital yang efisien di Jepang maupun internasional.
JPYC diluncurkan dengan dukungan untuk tiga jaringan besar yakni Avalanche, Ethereum, dan Polygon dengan rencana ekspansi ke blockchain lain di masa depan. Setiap penerbitan dan penebusan JPYC harus melalui proses verifikasi identitas (KYC) menggunakan JPKI (Japan Public Key Infrastructure), sesuai regulasi anti pencucian uang di Jepang.
Dalam tahap awal, JPYC Co. mengumumkan kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk Hashport Wallet dan ASTERIA Warp, untuk memperluas integrasi JPYC di berbagai aplikasi keuangan terdesentralisasi (DeFi), platform kreator, hingga dompet digital.
Lebih dari 65.000 toko dan mitra ritel di Jepang sudah terhubung dengan jaringan pembayaran yang kompatibel dengan JPYC melalui program uji coba perusahaan. Langkah ini menunjukkan ambisi besar Jepang untuk menghadirkan stablecoin domestik yang bisa digunakan secara luas seperti USDT atau USDC, namun dengan kepatuhan penuh terhadap regulasi lokal.
JPYC Co. juga menegaskan bahwa stablecoin ini akan menjadi jembatan antara ekonomi digital Jepang dan ekosistem Web3 global, memudahkan transaksi lintas platform antara ritel, bisnis, dan pengguna kripto.
Berbeda dengan stablecoin asing yang sering menjadi sorotan regulator, JPYC mengedepankan transparansi dan kepatuhan hukum. Semua cadangan JPYC disimpan di bank domestik dan diaudit secara berkala, memastikan nilainya selalu sebanding dengan yen yang beredar.
Peluncuran JPYC juga dipandang sebagai langkah penting bagi Jepang untuk memperkuat posisinya sebagai pusat inovasi keuangan digital Asia, sekaligus menunjukkan pendekatan yang seimbang antara inovasi dan regulasi ketat.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
