Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 November 2025, 17.39 WIB

Bitcoin Hari Ini Bertahan di USD 87.000, Data On-Chain Isyaratkan Market Sudah Dekati Bottom?

 

Ilustrasi harga bitcoin yang terus naik. (Dhimas Ginanjar/Dall E/JawaPos.com)

JawaPos.com – Di tengah tekanan jual ekstrem yang terus menghantam pasar kripto sepanjang November, Bitcoin kini memasuki fase yang membuat banyak trader bertanya: apakah ini sudah titik dasar siklus atau masih bagian dari penurunan lebih dalam? Harga BTC yang sempat menyentuh area USD 85.000 kini bergerak stabil di sekitar USD 87.435 (Rp 1,46 miliar dengan kurs Rp 16.700), sementara berbagai indikator teknikal dan on-chain menunjukkan tanda-tanda klasik fase capitulation.

Dikutip dari BeInCrypto, Senin (24/11), gejolak pasar belakangan ini tidak hanya mendorong aksi jual besar-besaran dari trader jangka pendek, tetapi juga memicu perubahan signifikan dalam struktur risiko Bitcoin di pasar derivatif. Pergerakan opsi, realized losses, hingga penahanan harga di area psikologis tertentu kini menjadi acuan utama apakah rebound mulai terbentuk.

Salah satu sinyal paling menonjol datang dari 25-delta skew, indikator yang memantau keseimbangan antara harga opsi call dan put. Angka ini melonjak lebih jauh ke wilayah bearish, menunjukkan bahwa trader kini membayar lebih mahal untuk perlindungan downside. Tidak hanya pada opsi jangka pendek, tekanan ini juga muncul pada tenor 6 bulan, di mana volatilitas put naik dua poin hanya dalam sepekan.

Perilaku seperti ini biasanya muncul saat market memasuki fase overshoot, titik di mana ketakutan memuncak sebelum harga kembali mencari keseimbangan. Historinya, fase-fase ini sering kali muncul sebelum pembentukan bottom besar pasar kripto.

Data on-chain menunjukkan realized losses melonjak ke level tertinggi sejak kehancuran FTX. Short-term holders, mereka yang membeli di harga tinggi beberapa minggu terakhir, menjadi kelompok yang paling banyak menjual rugi. Ini adalah ciri umum capitulation: investor jangka pendek menyerah, sementara long-term holders mulai kembali mendominasi struktur kepemilikan.

Biasanya, fase capitulation besar terjadi tepat sebelum siklus pasar memasuki periode akumulasi baru. Saat permintaan marginal habis dan penjual terpaksa keluar dari pasar, tekanan jual mulai berkurang secara alami.

Pada saat artikel ditulis, Bitcoin bertahan di USD 85.979 (Rp 1,43 miliar), mempertahankan support penting di USD 85.204. Level ini kini menjadi pertahanan psikologis utama. Jika bertahan, struktur harga menunjukkan potensi bottom formation.

Berdasarkan data teknikal, rebound akan terkonfirmasi jika BTC mampu menembus resistensi USD 86.822. Dari situ, target berikutnya berada di USD 89.800 dan USD 91.521. Jika kedua level tersebut dilewati, pasar dapat kembali memasuki sentimen bullish jangka pendek dengan peluang menuju USD 95.000.

Namun risiko masih ada. Jika tekanan jual meningkat dan kondisi makro tak mendukung, penurunan di bawah USD 85.204 akan membuka jalan menuju USD 82.503, bahkan kembali menguji area USD 80.000, skenario yang dapat menunda pemulihan dan memperpanjang tren bearish.

Untuk saat ini, data opsi, perilaku holder, dan kestabilan harga di area USD 85.000 menandakan bahwa pasar mungkin berada dekat titik balik penting. Trader kini tinggal menunggu apakah tekanan jual mereda dan konfirmasi teknikal muncul dalam beberapa hari mendatang.

Disclaimer: Artikel ini disajikan untuk tujuan informasi seputar perkembangan pasar kripto. Bukan merupakan ajakan atau rekomendasi investasi. Aset digital memiliki risiko tinggi, pastikan Anda memahami risikonya sebelum berinvestasi.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore