Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Oktober 2025, 21.17 WIB

Kue Lapis, Makanan Tradisional sebagai Simbol Manisnya Persatuan

 

Ilustrasi kue lapis. (ist)

JawaPos.com - Kue lapis, makanan tradisional Indonesia memang sudah sangat familiar di masyarakat. Bahkan, kue lapis berasal dari berbagai daerah di Indonesia dengan rasa yang khas.

Seperti yang terlihat dalam Festival Kue Lapis Jakarta 2025 yang diadakan Senen Jaya dan Rose Brand. Bertajuk ’Rasa Nusantara, Warna Indonesia’, festival ini bukan hanya menonjolkan kue lapis yang kaya akan rasa tapi juga tonggak penting dalam upaya pelestarian kuliner Nusantara.

Diungkapkan, Annisa Nugraheni, selaku Manajer Pemasaran Pusat Perbelanjaan Senen Jaya blok 1 & 2, festival ini hadir untuk menumbuhkan kembali kecintaan terhadap kuliner tradisional. Acara ini juga menjadi ruang kultural yang merefleksikan keberagaman suku, budaya, rasa dan filosofi hidup bangsa melalui keberagaman warna yang berpadu harmonis pada kue lapis.

Terlebih, ujar Annisa, Festival Kue Lapis Jakarta 2025 merupakan ajang kuliner sekaligus budaya yang pertama kali diselenggarakan dengan skala besar di Jakarta. Sebab festival ini melibatkan berbagai UMKM, komunitas kuliner, serta pecinta makanan tradisional. Sehingga, Festival Kue Lapis Jakarta 2025 hadir bukan hanya sebagai selebrasi rasa, tetapi juga sebagai medium kontemplasi.

Kue lapis adalah simbol manisnya persatuan. Melalui festival ini, kami ingin mengingatkan masyarakat bahwa keberagaman adalah kekuatan fundamental bangsa,” ujarnya baru-baru ini.

Dalam kesempatan yang sama, Hengki, Koordinator Kue Subuh di Pusat Perbelanjaan Senen Jaya Blok 1 & 2, mengungkapkan, di balik lapisan kue yang manis, tersimpan narasi kolektif bahwa keberagaman bukan hambatan, melainkan sumber kekuatan. Bahwa kuliner bukan hanya konsumsi, melainkan warisan dan identitas.

Di tengah arus modernitas, tradisi tetap relevan sebagai penopang kebijaksanaan hidup bangsa. ”Lebih dari sekadar lokasi perdagangan, Senen Jaya adalah ruang hidup, tempat tradisi kuliner dan budaya bertemu lintas generasi,” ujar Hengki.

Sedangkan Michael Setiaputra, selaku Manajer Pemasaran PT Sungai Budi (Brand Rosebrand) mengungkapkan kalau perusahaan punya peran penting perusahaan dalam mendukung keberlanjutan kuliner Indonesia. “Rose Brand tidak hanya menghadirkan produk berkualitas, tetapi juga ingin menjadi bagian dari perjalanan panjang bangsa dalam melestarikan tradisi,” ungkapnya.

Dua kompetisi utama menjadi pusat perhatian, Lomba Membuat Kue Lapis dan Lomba Kostum Tradisional Nusantara. Keduanya bukan sekadar ajang adu kreativitas, melainkan simbolisasi dua kekuatan bangsa: kuliner sebagai perekat budaya dan busana sebagai penanda identitas.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore