Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 November 2025, 16.29 WIB

Petualangan Kuliner Legendaris di Cikini yang Menghidupkan Sejarah, Aroma Kota Tua, dan Sajian Ikonik Jakarta

Kuliner Legendaris Cikini yang Menghidupkan Sejarah, Aroma Kota Tua, dan Sajian Ikonik Jakarta (YouTube Rumah Canda Melki ) - Image

Kuliner Legendaris Cikini yang Menghidupkan Sejarah, Aroma Kota Tua, dan Sajian Ikonik Jakarta (YouTube Rumah Canda Melki )

JawaPos.com - Cikini selalu punya cara untuk menyapa setiap pejalan: lewat bangunan tua yang berdiri tegar, hiruk pikuk yang tak pernah padam, hingga warisan kuliner yang bertahan lintas zaman.

 Kawasan ini bukan sekadar titik di peta Jakarta. Ia adalah tempat di mana cerita masa lalu, kreativitas modern, dan kehangatan manusia kota berpadu menjadi satu atmosfer yang sulit ditemukan di tempat lain.

Dalam episode terbarunya, kanal YouTube Rumah Canda Melki mengajak para penonton menelusuri kembali Cikini—mulai dari sejarah yang terhubung dengan keluarga Raden Saleh, hingga kuliner-kuliner legendaris yang sudah melewati puluhan tahun dan tetap menjadi favorit warga ibu kota.

Dari gado-gado siram yang unik, mie ayam tanpa plang yang selalu ramai, hingga nasi uduk penuh lauk yang jadi primadona warga lokal; semuanya dirangkai dalam perjalanan yang hangat, renyah, dan penuh kenangan.

Berikut rangkaian kuliner legendaris yang dikunjungi Melki di kawasan Cikini.

1. Jejak Sejarah Cikini: Dari Tanah Raden Saleh hingga Landmark Seni dan Budaya

Perjalanan dimulai dengan pengantar sejarah kawasan Cikini, yang dulunya merupakan bagian dari tanah keluarga Raden Saleh, pelukis besar Indonesia pada abad ke-19.

Rumah Raden Saleh dahulu memiliki taman luas yang bahkan pernah menjadi taman umum dan kebun binatang sebelum akhirnya dipindahkan ke Ragunan pada 1960-an.

Di tengah modernisasi Jakarta, jejak masa lalu itu masih terasa.

 Gedung-gedung tua, jalanan yang rapi, dan ruang-ruang seni seperti Taman Ismail Marzuki, Museum Joang 45, hingga kantor pos tua yang berdiri sejak 1920—semuanya menyimpan fragmen sejarah yang membuat Cikini tetap berkarakter.

2. Gado-Gado Bonbin – Kuliner Legendaris Sejak Tahun ’60-an yang Tak Pernah Pindah Lokasi

Kuliner pertama yang disambangi adalah salah satu ikon Cikini: Gado-Gado Bonbin, yang namanya diambil dari “kebon binatang”, merujuk pada sejarah lokasi tersebut.

Dikenal sebagai gado-gado siram khas Jakarta, tempat ini sudah berdiri sejak era 1960-an dan tidak pernah pindah lokasi. Keunikan utamanya ada pada:

·       bumbu kacang yang halus,

·       disiram langsung, bukan diulek,

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore