Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 November 2025, 12.35 WIB

Menapak Jejak Kelahiran, Menyelami Kenangan, dan Menjelajahi Rasa: Kisah Perjalanan Pulang ke Denpasar yang Menghidupkan Memori dan Kuliner Legendaris

Menapak Jejak Kelahiran, Menyelami Kenangan, dan Menjelajahi Rasa: Kisah Perjalanan Pulang ke Denpasar yang Menghidupkan Memori dan Kuliner Legendaris Pulau Bali (YouTube Rumah Canda Melki) - Image

Menapak Jejak Kelahiran, Menyelami Kenangan, dan Menjelajahi Rasa: Kisah Perjalanan Pulang ke Denpasar yang Menghidupkan Memori dan Kuliner Legendaris Pulau Bali (YouTube Rumah Canda Melki)

JawaPos.com - Perjalanan kembali ke kota kelahiran selalu menghadirkan gejolak rasa: hangat, haru, rindu, sekaligus bahagia.

Denpasar, ibu kota Pulau Bali—pulau yang menjadi simbol keindahan dan kekuatan budaya Nusantara—menjadi panggung tempat kenangan masa kecil bertemu dengan pesona kuliner yang tak pernah kehilangan daya tariknya. Bagi banyak orang, Bali adalah destinasi impian.

Namun bagi Melki, sosok di balik kanal YouTube Rumah Canda Melki, Bali adalah rumah pertama.

Sebuah tempat yang meletakkan fondasi hidupnya, mengisi memorinya, dan menyimpan jejak masa kecil yang kini ia ajak penonton untuk mengulanginya kembali.

Dalam episode “Jalan-Jalan ~ Di Kota Kelahiran… DENPASAR”, Melki menyusuri lorong waktu—dari rumah masa kecilnya di Jalan Trijata, sekolah tempat ia menghabiskan hari-hari polos, hingga warung-warung legendaris yang telah mewarnai tumbuh kembang banyak generasi.

Petualangan ini bukan sekadar nostalgia, tetapi juga eksplorasi betapa kayanya kuliner Denpasar; mulai dari sup kepala ikan klasik yang tak berubah sejak 1941, hingga rujak kuah cuka yang mengguncang lidah dengan sensasi manis, pedas, dan asam yang tak terlupakan.

Berikut rangkaian perjalanan lengkapnya.

1. Menyusuri Jalan Trijata: Mencari Rumah Masa Kecil yang Kini Telah Berubah Wajah

Melki memulai perjalanan dengan mendatangi Jalan Trijata, tempat ia dilahirkan dan dibesarkan.

Perjalanannya penuh kejutan—rumah yang ia ingat ternyata sudah berubah menjadi kantor, dan banyak bangunan di sekitar pun telah berganti wajah menjadi hotel atau bangunan baru.

 Ia bahkan harus menelepon sang ibu dan kakak untuk memastikan lokasi tepatnya.

Namun ketika akhirnya menemukan rumah lamanya, suasana haru tak terhindarkan.

Kenangan masa kecil muncul perlahan—mulai dari komplek lama, nomor rumah yang samar-samar diingat, hingga interaksi kecil dengan warga sekitar yang menyambutnya dengan ramah.

 Momen ini menjadi bukti bahwa meski waktu mengubah tempat, ia tak mampu menghapus jejak rasa di hati.

2. Warung Mak Beng – Kuliner Legendaris Sejak 1941 dengan Menu yang Tak Pernah Berubah

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore