Ilustrasi beragam hidangan Natal yang memiliki cita rasa dan keunikan masing-masing (Dok. Just Ingredients)
JawaPos.com - Beragam tradisi kuliner menjadi cara khas setiap negara dalam merayakan Natal, menghadirkan hidangan yang bukan hanya lezat tetapi juga penuh makna dan budaya. Dari dessert ringan khas musim panas di Australia hingga hidangan hangat di Amerika, setiap makanan menyimpan cerita, sejarah, dan suasana perayaan yang berbeda.
Melalui beragam hidangan yang khas, masyarakat di berbagai belahan dunia menyesuaikan hidangan Natal mereka dengan musim, bahan lokal, serta kebiasaan turun-temurun yang menciptakan perayaan unik namun tetap penuh kehangatan. Berikut 8 hidangan Natal dari berbagai belahan dunia dikutip dari berbagai sumber.
1. Pavlova, Australia dan Selandia Baru
Mengutip Culinary Arts Academy, Pavlova menjadi salah satu hidangan penutup paling ikonik saat perayaan Natal di Australia dan Selandia Baru. Dengan kulit luar yang renyah dan bagian dalam yang lembut, dessert ini sangat cocok untuk suasana natal musim panas di wilayah Selatan. Pavlova biasanya disajikan dengan whipped cream yang ringan serta aneka buah tropis berwarna cerah, menciptakan kesegaran di tengah perayaan akhir tahun.
Australia dan Selandia Baru sama-sama mengklaim hidangan ini, yang dinamai menurut ballerina Anna Pavlova pada 1920-an. Teksturnya yang ringan dianggap mencerminkan gerakan baletnya, sementara topping buah mencerminkan suasana Natal khas belahan bumi selatan yang hangat dan santai. Buah-buahan yang umum digunakan dalam hidangan ini yaitu, stroberi, blueberry, raspberry, kiwi, mangga dan berbagai buah tropis lainnya.
2. Panettone, Italia
Melansir Lacucina Italiana, Panettone adalah roti dengan tekstur halus dan warna kuning cerah, berisi kismis serta buah kering. Saat pertama kali dipotong, roti ini langsung mengeluarkan aroma kuat perpaduan antara roti hangat dan citrus yang segar.
Menurut Gambero Rosso, hidangan ini berasal dari Milan dan menyimpan banyak versi cerita. Kisah yang paling populer adalah legenda Toni pada 1945. Disebutkan bahwa pada malam Natal di istana Ludovico Maria Sforza, seorang pelayan muda bernama Toni diminta mengawasi kue. Tapi, Ia tertidur dan kue utama pun hangus.
Beruntung, Toni telah membuat roti manis untuk teman-temannya dari adonan roti berbahan telur, mentega, buah kering, dan kismis. Sang kepala juru masak akhirnya menyajikan roti itu kepada para tamu, dan menuai pujian. Kue tersebut kemudian dijuluki "el pan de Toni" atau "roti Toni".
3. Bibingka, Filipina
Mengutip National Geographic, Bibingka merupakan kue bertekstur lembut berbahan tepung beras, santan, mentega, dan telur yang biasanya disantap setelah Misa de Gallo pada malam Natal. Versi mewah dari Bibingka umumnya diberi topping keju leleh, telur asin, dan taburan kelapa parut yang melimpah. Secara tradisional, hidangan ini dimasak di atas bara api menggunakan pot tanah liat yang dilapisi daun pisang. Namun, Bibingka juga kini bisa dibuat di rumah menggunakan loyang dan oven, tanpa menghilangkan cita rasa manis-gurih khasnya.
4. Christmas Pudding, Inggris
Melansir Culinary Arts Academy, Christmas Pudding merupakan salah satu dessert Natal paling klasik di Inggris, dikenal dengan cita rasanya yang kaya dan berbagai buah kering. Hidangan yang juga disebut plum pudding ini biasanya dipersiapkan berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan sebelum Natal agar buah kering dapat menyerap brandy atau rum dan menguatkan rasanya. Meski disebut “plum”, hidangan ini sebenarnya tidak menggunakan buah plum, karena pada masa Inggris abad pertengahan, kata tersebut merujuk pada buah kering secara umum.
Bahan-bahan kunci dalam hidangan ini adalah kismis, kurma, mentega, dark sugar, treacle, serta brandy atau rum. Proses pembuatannya sering menjadi tradisi keluarga, di mana setiap anggota bergantian mengaduk adonan sambil membuat harapan, dan terkadang beberapa orang masih menyelipkan koin keberuntungan di dalamnya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
