Gingerbread man, salah satu inovasi abad pertengahan, kini menjadi ikon kue Natal di seluruh dunia (Dok. PBS Food)
JawaPos.com - Gingerbread atau kue jahe yang kini identik dengan perayaan Natal ternyata memiliki sejarah yang jauh lebih tua dari yang dibayangkan. Catatan yang dihimpun PBS Food menyebut bahwa bentuk awal kudapan berbumbu jahe sudah dibuat pada masa Yunani kuno sekitar dua milenium sebelum Masehi. Kala itu, campuran madu dan rempah dikreasikan sebagai hidangan khusus dalam upacara tertentu, jauh sebelum konsep cookies modern dikenal. Masuknya jahe ke Eropa melalui jalur perdagangan rempah kemudian membuka jalan bagi tumbuhnya berbagai varian kue jahe di benua tersebut.
Smithsonian Magazine melaporkan bahwa di Eropa abad pertengahan, gingerbread berkembang menjadi hidangan yang sering ditemukan dalam pasar musim dan festival rakyat. Selain dinikmati sebagai camilan, masyarakat meyakini kue berbumbu kuat ini dapat membantu pencernaan, sehingga sering kali dikaitkan dengan manfaat kesehatan.
Pada periode yang sama, bentuk gingerbread mulai beragam dari pola bunga, hewan, hingga tokoh manusia. Media yang sama juga menuturkan bahwa inovasi "gingerbread man" dipicu oleh kebiasaan Ratu Elizabeth I yang kerap menyuguhi tamu istana dengan kue jahe yang dibentuk menyerupai mereka.
Sementara itu, Jerman menjadi salah satu pusat perkembangan gingerbread melalui produk khas bernama Lebkuchen. National Geographic mencatat bahwa kota Nuremberg sudah dikenal sebagai sentra produksi kue jahe sejak abad ke-13, bahkan kemudian mendapat reputasi sebagai salah satu pusat gingerbread terbaik di Eropa. Dari wilayah inilah tradisi gingerbread sebagai bagian dari perayaan musim dingin dan Natal mulai meluas, terutama karena perpaduan rempah hangat yang cocok dengan iklim dingin.
Evolusi gingerbread berlanjut hingga akhirnya melahirkan bentuk-bentuk modern seperti rumah gingerbread yang kini sering dijumpai dalam dekorasi Natal. Tradisi ini merupakan perpaduan budaya Eropa dan Amerika yang kemudian menjadikan kue jahe lebih dari sekadar makanan manis tetapi juga simbol kebersamaan dan kreativitas keluarga di akhir tahun.
Hingga hari ini, gingerbread terus tampil dalam banyak varian, mulai dari kue renyah, roti lembut berbumbu, sampai figur dekoratif. Daya tarik gingerbread tidak hanya terletak pada rasanya, tetapi juga pada ruang ekspresi kreatif yang diberikannya, sehingga kue ini tetap digemari lintas generasi.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
