Logo JawaPos
Author avatar - Image
31 Desember 2025, 16.45 WIB

Deretan 5 Kuliner Khas Nganjuk yang Nikmat dan Jarang Ditemui di Daerah Lain

Sate Kenul, salah satu makanan khas Nganjuk yang jarang ditemui di daerah lain. (Cookpad) - Image

Sate Kenul, salah satu makanan khas Nganjuk yang jarang ditemui di daerah lain. (Cookpad)

JawaPos.com - Dijuluki Kota Angin, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur tak luput menjadi radar wisata kuliner nasional. Daerah ini menyimpan kekayaan rasa yang autentik dan sulit ditemukan di tempat lain.

Kuliner khas Nganjuk dikenal kaya rempah, kuat di rasa gurih dan mengolah dengan teknik sederhana namun penuh makna.

Tak heran, banyak menu khasnya hanya bisa dinikmati di warung lokal atau dapur warga setempat.

Bagi pencinta wisata rasa yang ingin pengalaman berbeda dari hiruk-pikuk kuliner mainstream, menjelajah makanan khas Nganjuk adalah pilihan yang tepat.

Berikut lima hidangan khas Nganjuk yang jarang ditemui di daerah lain dan wajib dicoba saat berkunjung ke Nganjuk:

1. Nasi Becek

Nasi Becek bisa dibilang sebagai ikon kuliner Nganjuk. Hidangan ini sudah dikenal sejak era kolonial Belanda dan hingga kini tetap lestari.

Sepiring nasi hangat disiram kuah santan kental berempah, berpadu dengan potongan daging kambing yang empuk.

Sekilas mirip gulai, namun racikan bumbunya khas Jawa Timur yang gurih, sedikit pedas, dan aromatik.

Nasi Becek biasanya disantap saat makan siang atau malam hari, cocok untuk kamu yang menyukai hidangan berkuah dengan rasa kuat.

2. Sego Banting

Kalau di kota lain ada nasi kucing, Nganjuk punya Sego Banting. Porsinya kecil, berisi nasi, tempe, sambal, dan lauk sederhana.

Konon, nama “banting” berasal dari kebiasaan penjual yang melempar atau membanting bungkusan nasi ke lapak saat melayani pembeli malam hari.

Sego Banting identik dengan street food malam yang murah, mengenyangkan, dan penuh nostalgia.

3. Sate Kenul

Berbeda dari sate pada umumnya, Sate Kenul khas Nganjuk tidak dibakar, melainkan digoreng.

Daging kambing dicampur kelapa parut dan bumbu rempah, lalu digoreng hingga bagian luarnya renyah.

Tekstur unik dan rasa gurihnya membuat sate ini terasa berbeda dari sate Madura atau sate Padang. Aromanya pun lebih kaya karena perpaduan kelapa dan rempah lokal.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore