Cairan matcha berwarna hijau muda dimasukkan ke dalam kantong infus bertuliskan “Otsu – D5 Dextrose monohydrate Intravenous Infusion” berukuran 500 ml.
JawaPos.com - Buba Tea Bali menyampaikan permohonan maaf atas penggunaan kemasan berlabel Otsuka dalam penyajian minuman matcha yang menggunakan alat infus. Peristiwa itu sempat viral di media sosial lantaran dipertanyakan keamanannya.
Manajemen Buba Tea menyebut bahwa pencatutan nama Otsuka dala infus yang digunakan sebagai kemasan minuman tersebut terjadi secara tidak disengaja akibat kelalaian operasional.
"Kami mengakui bahwa karena adanya kekurangan dalam pengendalian internal pada tim operasional kami, terdapat sejumlah kejadian terbatas di mana kemasan yang membawa label Otsuka secara tidak disengaja digunakan dalam materi visual pemasaran serta penyajian minuman di toko," tulis keterangan resminya, dikutip Jumat (9/1).
Buba Tea menegaskan tidak pernah memiliki hubungan afiliasi, kemitraan, sponsor, lisensi, atau bentuk kerja sama apa pun dengan PT Otsuka Indonesia maupun produk-produknya.
Sebagai langkah korektif, manajemen Buba Tea mengeklaim bahwa seluruh individu yang bertanggung jawab langsung atas kesalahan operasional tersebut telah dikenakan tindakan disiplin internal.
"Kami menegaskan bahwa penggunaan kemasan yang tidak sesua tersebut telah sepenuhnya dihentikan pada bulan Desember sebelum isu ini mendapatkan perhatian publik," tuturnya.
Permohonan maaf pun kemudian secara khusus disampaikan kepada PT Otsuka Indonesia atas kekhawatiran maupun kesalahpahaman yang timbul akibat insiden tersebut.
Buba Tea menegaskan penghormatannya terhadap PT Otsuka Indonesia, industri kesehatan dan farmasi, serta seluruh otoritas pengawas.
“Buba Tea tidak pernah berniat menimbulkan kerugian, menyesatkan konsumen, atau memperoleh keuntungan komersial yang tidak semestinya melalui penggunaan label Otsuka,” tegas manajemen.
Terkait aspek regulasi, Buba Tea menyatakan siap bertanggung jawab dan bekerja sama aktif dengan BPOM serta otoritas terkait lainnya untuk menangani, memperbaiki, dan mencegah penggunaan kemasan yang tidak semestinya di kemudian hari.
Manajemen juga memastikan kemasan yang digunakan merupakan produk sekali pakai, ditangani sesuai standar kebersihan dan keamanan, serta tidak menimbulkan risiko kesehatan bagi konsumen. Prosedur pengelolaan limbah dan pembuangan telah diterapkan sesuai ketentuan keselamatan publik dan lingkungan.
Sebelumnya, sebuah gimik penyajian minuman matcha di Bali mendadak viral dan memicu kontroversi di media sosial. Pasalnya, matcha tersebut disajikan menyerupai cairan infus medis lengkap dengan kantong infusan dan selang, sehingga menimbulkan kekhawatiran publik soal keamanan, kebersihan, hingga asal-usul alat yang digunakan.
Dari video yang beredar, terlihat cairan matcha berwarna hijau muda dimasukkan ke dalam kantong infus bertuliskan “Otsu – D5 Dextrose monohydrate Intravenous Infusion” berukuran 500 ml. Kantong tersebut digantung layaknya infus di rumah sakit, lengkap dengan skala takaran dan selang di bagian bawah.
Gimik penyajian minuman dengan alat infus itu diketahui dilakukan sebuah kafe bernama Buba Tea Bali.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
