Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 Januari 2026, 18.54 WIB

Jadi Hidangan Khas Imlek: Ini 8 Arti Kue Keranjang dalam Budaya Tionghoa

Ilustrasi kue keranjang, sajian populer saat Imlek. (Freepik) - Image

Ilustrasi kue keranjang, sajian populer saat Imlek. (Freepik)

JawaPos.com - Setiap perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan ragam hidangan khas yang sarat makna. Salah satu yang paling ikonik adalah kue keranjang atau nian gao. Kue berwarna cokelat keemasan dengan tekstur kenyal dan rasa manis ini hampir tak pernah absen dari meja keluarga Tionghoa.

Lebih dari sekadar camilan musiman, kue keranjang menyimpan filosofi panjang tentang harapan, relasi keluarga, dan doa akan kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.

Berikut delapan arti kue keranjang dalam budaya Tionghoa:

1. Lambang Kemajuan dari Tahun ke Tahun

Dalam bahasa Mandarin, nian gao terdengar sama dengan frasa yang berarti “tahun yang lebih tinggi”. Oleh karena itu, kue keranjang dimaknai sebagai simbol peningkatan hidup baik dalam karier, pendidikan, maupun kondisi finansial. Menyantapnya di awal tahun dipercaya sebagai doa agar kehidupan terus menanjak dan berkembang.

2. Simbol Ikatan Keluarga yang Erat

Bentuk kue keranjang yang bulat melambangkan keutuhan dan kebersamaan. Sementara teksturnya yang lengket mencerminkan hubungan keluarga yang saling melekat, hangat, dan tidak mudah terpisahkan meski menghadapi berbagai perubahan zaman.

3. Cerminan Keharmonisan Rumah Tangga

Tradisi menyajikan kue keranjang saat keluarga berkumpul juga melambangkan harmoni. Momen berbagi kue ini menjadi simbol hubungan yang rukun, saling memahami, dan penuh kasih sayang antaranggota keluarga.

4. Harapan Akan Hidup yang Manis

Rasa manis pada kue keranjang tidak dibuat tanpa makna. Ia melambangkan doa agar kehidupan di tahun mendatang dipenuhi kebahagiaan, pengalaman menyenangkan, dan kenangan manis yang patut disyukuri.

5. Simbol Ketekunan dan Kegigihan

Tekstur kue keranjang yang kenyal dan tidak mudah hancur juga dimaknai sebagai lambang ketekunan. Filosofinya, hidup membutuhkan kesabaran, konsistensi, dan keteguhan hati untuk bertahan dan berkembang.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore