Logo JawaPos
Author avatar - Image
26 Januari 2026, 20.41 WIB

6 Makna Lumpia di Meja Imlek yang Dipercaya Bawa Rezeki dan Keberuntungan

Ilustrasi lumpia di meja saat perayaan Imlek. (Freepik) - Image

Ilustrasi lumpia di meja saat perayaan Imlek. (Freepik)

JawaPos.com - Perayaan Tahun Baru Imlek selalu menghadirkan suasana hangat yang lekat dengan kebersamaan keluarga. Di balik hiasan merah, lilin, dan doa-doa baik yang dipanjatkan, meja makan menjadi pusat perhatian.

Bukan tanpa alasan, karena hidangan yang tersaji saat Imlek dipercaya membawa makna simbolis yang merepresentasikan harapan untuk tahun yang baru.

Salah satu makanan yang hampir selalu hadir adalah lumpia. Kudapan gurih ini bukan sekadar pelengkap menu, melainkan menyimpan filosofi mendalam yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Berikut enam makna lumpia dalam perayaan Imlek:

1. Simbol Kemakmuran dan Kekayaan

Lumpia goreng dengan warna keemasan kerap disamakan dengan batangan emas. Bentuknya yang panjang dan berkilau setelah digoreng melambangkan kemakmuran serta harapan akan rezeki yang berlimpah. Tak heran jika lumpia sering dianggap sebagai simbol kekayaan yang ingin “dipanggil” ke dalam kehidupan di tahun baru.

2. Harapan Rezeki yang Terus Mengalir

Dalam kepercayaan masyarakat Tionghoa, bentuk lumpia yang memanjang juga diartikan sebagai aliran rezeki yang tidak terputus. Menyajikan lumpia di meja Imlek menjadi doa simbolis agar keberuntungan dan peluang baik terus mengalir sepanjang tahun, tanpa hambatan.

3. Lambang Persatuan Keluarga

Kulit lumpia yang membungkus berbagai isian di dalamnya menyiratkan makna kebersamaan. Beragam bahan yang berbeda tetap bersatu dalam satu balutan, layaknya anggota keluarga dengan karakter dan peran masing-masing yang tetap terikat dalam satu ikatan harmonis.

4. Representasi Keseimbangan dan Harmoni

Isian lumpia biasanya terdiri dari kombinasi sayuran, daging, dan bumbu yang seimbang. Dalam filosofi Tionghoa, perpaduan ini mencerminkan prinsip Yin dan Yang, keseimbangan antara dua unsur yang berbeda namun saling melengkapi. Harmoni rasa ini diharapkan juga tercermin dalam kehidupan keluarga sepanjang tahun.

5. Tradisi Kuliner Turun-temurun

Lumpia bukan hanya hidangan populer, tetapi juga warisan budaya yang terus dijaga. Proses membuat lumpia, dari menyiapkan isian hingga menggulungnya bersama, sering menjadi momen kebersamaan lintas generasi. Nilai-nilai budaya, kesabaran, dan kebersamaan pun diturunkan lewat tradisi ini.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore