Logo JawaPos
Author avatar - Image
29 Januari 2026, 21.36 WIB

Deretan Kuliner Khas Rembang yang Wajib Dicicipi Saat Berbuka Puasa, Lontong Tuyuhan Jadi Jejak Syiar Islam di Daerah Ini

Ilustrasi lontong tuyuhan khas rembang. (YouTube @semargondes4212) - Image

Ilustrasi lontong tuyuhan khas rembang. (YouTube @semargondes4212)

JawaPos.com-Rembang adalah wilayah yang terletak di Jawa Tengah dan berlokasi di wilayah pesisir Jawa.

Rembang, kuliner, dan agama Islam memiliki benang merah yang kuat. Bukan hanya soal rasa, tetapi juga identitas.

Berbagai kudapan khas rembang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Menariknya, sajian-sajian ini tidak hanya dinikmati oleh masyarakat umum, tetapi juga dikenal disantap oleh tokoh agama Islam, termasuk para wali

Kehidupan masyarakat rembang yang dekat dengan laut, sederhana, dan kaya rasa, membuat berbagai hidangan khasnya syarat dengan nilai Islam yang membumi.

Saat bulan puasa tiba, berkunjung ke Rembang rasanya belum lengkap tanpa mencicipi kuliner khas di daerah ini. Mulai dari takjil sampai menu utama berbuka, pilihan makanannya selalu layak untuk dicoba.

Merangkum ulasan YouTube @semargondes4212, berikut adalah deretan hidangan khas rembang yang wajib anda coba selama bulan puasa.

  1. Dumbeg

Salah satu kuliner khas rembang yang pertama adalah Dumbeg. Dumbeg merupakan makanan bercita rasa manis legit mirip dodol, yang terbuat dari tepung beras dan gula merah yang direbus menggunakan air, sampai menjadi juruh kemudian dibungkus dengan daun lontar. dumbeg cocok disantap sebagai takjil ataupun dijadikan sebagai oleh-oleh khas rembang. Sentra produksi dumbeg yang paling terkenal terletak di Desa Pohlandak, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang. Konon, dumbeg disebut-sebut sebagai salah satu camilan favoritnya para wali loh. Dumbeg juga merupakan lambang dari kesuburan. Satu ikat dumbeg dibandrol dengan kisaran harga Rp 28.000-Rp 30.000 saja. 

  1. Sayur kelo mrico 

Tidak hanya kaya dengan kudapan  manisnya, rembang juga memiliki olahan hasil laut yang menggugah selera. Salah satunya adalah sayur kelo mrico. Hidangan ini merupakan ikan yang dimasak sayur (kelo) dengan bumbu merica (mrico) yang kaya rempah. Salah satu penjualan makanan khas ini adalah Sayur kelo bu warsih, yang berlokasi di Jalan Pemuda, Rambutmalang, Leteh, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang. Harga per porsinya juga sangat terjangkau, berkisar mulai dari Rp 20.000 an saja.

  1. Urap latoh

Urap latoh adalah sajian khas pesisir Rembang. Latoh atau anggur laut direbus lalu dibumbui dengan sambal urap. Perpaduan rasa gurih, pedas, dan latoh yang renyah menjadikan hidangan ini terasa unik. Salah  satu tempat makan yang menjual urap latoh adalah Warung Apung Dusun yang terletak di daerah Sawah, Dasun, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Harganya yang cukup terjangkau mulai dari Rp 10.000 saja.   

Lontong tuyuhan memiliki nilai sejarah erat dengan syiar agama Islam di Lasem. Lontong tuyuhan mirip dengan sajian opor ayam namun bercita rasa lebih pedas, dan disajikan dengan lontong berbentuk segitiga.  Konon, lontong tayuhan menjadi sajian bagi para santri di Lasem. Dahulu, penciptanya, mbah Jumali bersama para santri menyamar sebagai pedagang lontong tayuhan untuk melawan penjajah Belanda pada perang Lasem. Kini, Lontong tayuhan yang sarat nilai sejarah, perjuangan, dan syiar agama islam bisa anda nikmati di lontong tayuhan sumarti tepatnya pada Jalan Pamotan, Jeruk, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang. Satu  porsinya dihargai dengan harga Rp 25.000 dengan  toping ayam kampung yang gurih dan lezat.

  1. Sate srepeh 

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore